Beda Harga BBM RI dan Luar Negeri Kian Melebar Jadi 40%
Selasa, 08/07/2008 12:09 WIB
Menkeu Sri Mulyani (Depkeu)
Jakarta - Perbedaan harga BBM dalam negeri dan internasional kembali lagi melebar menjadi sekitar 30-40% seiring dengan terus melonjaknya harga minyak dunia saat ini.
Perbedaan harga yang kembali meningkat ini memunculkan kekhawatiran lonjakan konsumsi BBM bersubsidi di tahun ini.
Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani usai acara persiapan NSW Tahap II di Graha Sawala, Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (8/7/2008).
"Dengan dipasritas atau perbedaan harga BBM antara luar dan dalam negeri makin tinggi, sekarang ini harga kita kembali lagi sekitar 30-40% lebih murah dari international price, maka kita melihat konsumsi nampaknya tidak terbendung sehingga masyarakat masih menganggap tidak ada perubahan sama sekali," tuturnya.
Sri Mulyani mengatakan tingkat konsumsi BBM pada tahun ini sulit ditekan, dan kemungkinan tidak akan lebih rendah dari yang sudah diperkirakan yaitu sekitar 40 juta kiloliter.
Selain itu dengan melihat perkembangan harga minyak yang terus melonjak, pemerintah memutuskan untuk menggunakan asumsi harga ICP US$ 140 per barel, atau naik dari rekomendasi panitia anggaran DPR yang sebesar US$ 120 per barel.
"Untuk harga, sesudah melihat tren maupun perkembangan harga yang terjadi sampai dengan Juli, kita mungkin memutuskan untuk menggunakan harga US$140 per barel," jelasnya.
Implikasinya nanti dikatakan Sri Mulyani, subsidi BBM akan mendekati Rp 300 triliun. "Kalau tidak salah Rp 296 triliun antara listrik dengan BBM," imbuhnya.
Selain itu, dia juga mengatakan pemerintah akan meminta persetujuan DPR untuk memberikan cadangan risiko fiskal pada RAPBN 2009 yang dapat menahan harga minyak sampai level US$ 150 atau US$ 160 per barel.
"Kemudian dari sisi volume BBM yang bersubsidi kita akan lihat perkembangan berdasarkan kebutuhan dari konsumsi yang terjadi 2008 ini karena pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, di atas 6%," katanya.
(dnl/ddn)
Perbedaan harga yang kembali meningkat ini memunculkan kekhawatiran lonjakan konsumsi BBM bersubsidi di tahun ini.
Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani usai acara persiapan NSW Tahap II di Graha Sawala, Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (8/7/2008).
"Dengan dipasritas atau perbedaan harga BBM antara luar dan dalam negeri makin tinggi, sekarang ini harga kita kembali lagi sekitar 30-40% lebih murah dari international price, maka kita melihat konsumsi nampaknya tidak terbendung sehingga masyarakat masih menganggap tidak ada perubahan sama sekali," tuturnya.
Sri Mulyani mengatakan tingkat konsumsi BBM pada tahun ini sulit ditekan, dan kemungkinan tidak akan lebih rendah dari yang sudah diperkirakan yaitu sekitar 40 juta kiloliter.
Selain itu dengan melihat perkembangan harga minyak yang terus melonjak, pemerintah memutuskan untuk menggunakan asumsi harga ICP US$ 140 per barel, atau naik dari rekomendasi panitia anggaran DPR yang sebesar US$ 120 per barel.
"Untuk harga, sesudah melihat tren maupun perkembangan harga yang terjadi sampai dengan Juli, kita mungkin memutuskan untuk menggunakan harga US$140 per barel," jelasnya.
Implikasinya nanti dikatakan Sri Mulyani, subsidi BBM akan mendekati Rp 300 triliun. "Kalau tidak salah Rp 296 triliun antara listrik dengan BBM," imbuhnya.
Selain itu, dia juga mengatakan pemerintah akan meminta persetujuan DPR untuk memberikan cadangan risiko fiskal pada RAPBN 2009 yang dapat menahan harga minyak sampai level US$ 150 atau US$ 160 per barel.
"Kemudian dari sisi volume BBM yang bersubsidi kita akan lihat perkembangan berdasarkan kebutuhan dari konsumsi yang terjadi 2008 ini karena pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, di atas 6%," katanya.
(dnl/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 14:26 WIB
Susah Bebaskan Lahan, Investor Tol Kirim Surat ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
