Ekonomi Indonesia Makin Tertekan Harga Minyak
Selasa, 08/07/2008 13:10 WIB
Menkeu Sri Mulyani (dnl)
Jakarta - Tekanan terhadap ekonomi Indonesia di tahun ini semakin meningkat. Risiko penurunan pertumbuhan ekonomi pun semakin terbuka. Padahal pemerintah sudah menurunkan target ke level 6,2%.
Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan bekerja keras untuk tetap menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi di level 6% tahun ini.
"Kayaknya kalau dilihat dari tren ini semua tekanan terhadap gross (pertumbuhan) menjadi lebih tinggi dari yang sebelumnya kita perkirakan, artinya risiko terhadap pertumbuhan menjadi lebih tinggi, kemarin kan sudah kita turunkan ke 6,2%," tuturnya.
Perkembangan harga minyak dunia yang berpengaruh besar pada ongkos biaya industri dan juga kenaikan harga BBM yang juga turut mempengaruhi penurunan daya beli masyarakat, akan menjadi risiko pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Meskipun risiko ke bawahnya nampakya menjadi lebih besar, tapi kita tetap melihat semua aspek, gross akan dijaga pada level 6% itu tetap terjaga dan bisa kita capai," katanya.
Inflasi 2009
Sementara untuk 2009, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan tetap berpegangan pada asumsi inflasi sebesar 6,5 plus minus 1% sesuai dengan rekomendasi Panitia Anggaran DPR.
"Tidak akan kita ubah sebagai komitmen dari BI 6,5 plus minus 1% waktu itu, untuk tahun depan mungkin akan kita maintain namun sekarang kita tetap akan gunakan 6,2% untuk pertumbuhan," katanya.
(dnl/ddn)
Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan bekerja keras untuk tetap menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi di level 6% tahun ini.
"Kayaknya kalau dilihat dari tren ini semua tekanan terhadap gross (pertumbuhan) menjadi lebih tinggi dari yang sebelumnya kita perkirakan, artinya risiko terhadap pertumbuhan menjadi lebih tinggi, kemarin kan sudah kita turunkan ke 6,2%," tuturnya.
Perkembangan harga minyak dunia yang berpengaruh besar pada ongkos biaya industri dan juga kenaikan harga BBM yang juga turut mempengaruhi penurunan daya beli masyarakat, akan menjadi risiko pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Meskipun risiko ke bawahnya nampakya menjadi lebih besar, tapi kita tetap melihat semua aspek, gross akan dijaga pada level 6% itu tetap terjaga dan bisa kita capai," katanya.
Inflasi 2009
Sementara untuk 2009, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan tetap berpegangan pada asumsi inflasi sebesar 6,5 plus minus 1% sesuai dengan rekomendasi Panitia Anggaran DPR.
"Tidak akan kita ubah sebagai komitmen dari BI 6,5 plus minus 1% waktu itu, untuk tahun depan mungkin akan kita maintain namun sekarang kita tetap akan gunakan 6,2% untuk pertumbuhan," katanya.
(dnl/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 14:26 WIB
Susah Bebaskan Lahan, Investor Tol Kirim Surat ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
