detikfinance

Bea Cukai Digeledah KPK, Setoran ke APBN Tetap Lancar

Wahyu Daniel - detikfinance
Rabu, 09/07/2008 15:45 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Penggeledahan KPK ke kantor pelayanan utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok beberapa waktu lalu tak mempengaruhi kinerja instansi tersebut.

Setoran Ditjen Bea dan Cukai ke APBN 2008 untuk periode semester I-2008 mencapai 122% dari target bulanan yang telah ditetapkan di APBN-P 2008.

"Jadi meskipun kemarin anak buah saya ada yang ditangkap, tapi kinerja bea cukai ternyata meraih hasil yang baik," kata Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam jumpa pers di gedung Badan Kebijakan Fiskal Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (9/7/2008).

Sementara penerimaan perpajakan sampai dengan semester I-2008 telah mencapai 50,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Penerimaan perpajakan sampai dengan 30 Juni 2008 mencapai Rp 307,5 triliun atau sudah mencapai 50,5% dari target di APBN-P," katanya.

Sri Mulyani mengatakan penerimaan Dirjen Pajak selama semester I-2008 ini mencapai 112% dari target bulanan di APBN-P 2008, yang artinya setiap bulan penerimaan pajak selalu 12% di atas target bulanan yang telah ditetapkan.

Untuk penerimaan pajak, pada semester I-2008 untuk PPh non migas mencapai Rp 129,7 triliun atau meningkat 39,4% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk PPN dan PPnBM mencapai Rp 87,1 triliun atau tumbuh 48,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Penerimaan PPh Badan Batubara meningkat 69,6% dan PPh bijih logam meningkat 19%. Lalu penerimaan PPh Sektor industri pengelolaan meningkat 37,5% yang didukung oleh industri makanan dan minuman, kimia dan elektronik," paparnya.

Kemudian, PPN dalam negeri sektor industri pengolahan meningkat 15,5% yang didukung oleh industri makanan dan minuman dan industri kimia. Lalu penerimaan PPN dalam negeri sektor perdagangan, hotel dan restoran meningkat 24,4% yang didukung oleh perdagangan besar dan eceran.

"Penerimaan PPN impor sektor industri pengolahan meningkat 32,4% yang didukung oleh industri kimia yang meningkat 39,4%, industri logam dasar yang meningkat 82,6% dan industri kendaraan bermotor yang meningkat 46,4%," tutur Sri Mulyani.



(dnl/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.