detikfinance

India Ingin Mobil Murah Tata Nano Masuk Indonesia

Suhendra - detikfinance
Jumat, 11/07/2008 13:30 WIB
India Ingin Mobil Murah Tata Nano Masuk Indonesia Foto: AFP
Jakarta -India telah melobi pemerintah Indonesia dalam hal ini Departemen Perindustrian untuk memasukkan mobil buatan murah buatannya yakni Tata Nano. Namun Indonesia belum bisa memberi jawaban.

"Kemarin Duta Besar India menanyakan bisa nggak mobil ini (Tata Nano) masuk ke Indonesia, tapi saya tidak bisa bilang ya atau tidak karena kita adalah anggota WTO yang menghargai prinsip-prinsip aturan WTO," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris dalam acara pembukaan IIMS ke-16, di JCC, Jakarta, Jumat (11/7/2008).

Dikatakan oleh Fahmi, pihaknya belum bisa memutuskan untuk menerima tawaran dari India tersebut. Hingga kini India menjadi salah satu produsen pembuat mobil termurah di dunia.

"India mampu memproduksi mobil seharga US$ 2500. Mobil murah India sudah memproduksi dengan produsen bekerjasama dengan Korea," katanya.

Produsen mobil India, Tata Nano awal tahun 2008 meluncurkan mobil murah nan minimalis dengan harga US$ 2.5000 atau sekitar Rp 24 juta. Tata menjamin meski murah, namun Nano tetap memberikan kenyamanan.

Wakil Ketua Gaikindo Johnny Darmawan menambahkan, pihaknya setuju saja mengenai rencana ekspansi mobil murah ala India tersebut. Namun jika memungkinkan, Indonesia sebaiknya memroduksi sendiri dan tidak perlu impor. Yang terpenting, lanjut Johnny, bagi pelaku dunia otomotif, pemerintah bisa memberikan insentif.

"Mobil murah pengertiannya relatif lah yah, seperti Tata Nano apakah itu real car atau pengganti motor. Yang kita mau adalah real car, ketika di jalan raya mau lari berapa pun aman, dari Gaikindo kita setuju," ucapnya.

Fahmi menambahkan, industri otomotif Indonesia mengarah pada pertumbuhan positif. Namun ia juga mengingatkan tantangan yang masih harus dihadapi oleh Industri otomotif nasional.

"Ada tiga tantangan yaitu teknologi yang tidak berdampak pada masalah lingkingan hidup, low cost car, Energi alternatif,"

Mengenai ajang IIMS, Fahmi mengharapkan bahwa IIM bisa diarahkan sebagai sarana wisata seperti yang sudah menjadi kebiasaan di luar negeri.



(hen/qom)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close