Kampanye Pemilu, Konsumsi BBM Bisa Bertambah 10%
Jumat, 18/07/2008 11:15 WIB
Foto: Nurul Q/detikFinance
Jakarta - Masa kampanye pemilu 2009 sudah dimulai. Pemborosan BBM pun ikut dimulai. BPH Migas memperkirakan, konsumsi BBM akan naik hingga 10% selama masa kampanye.
"Kampanye saya perkirakan akan menambah kuota. Karena kendaraan motor banyak dipakai, pasti naik sekitar 10% dari kuota daerah," kata Anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo disela-sela Porseni Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (17/7/2008).
Sebagai langkah pengawasannya, BPH Migas akan bekerjasama dengan polisi dan Pertamina. Hanya saja kesulitannya, sampai sekarang tidak ada larangan yang jelas untuk pembatasan konsumsi BBM.
Hanya saja jika tidak diawasi secara ketat, maka konsumsi diprediksi akan melampaui kuota dalam APBN sebanyak 36 juta kiloliter. Hingga Juni 2008 saja, konsumsi BBM bersubsidi sudah mencapai 55,31%.
BBM Eceran
Adi juga menambahkan, BPH Migas akan memperketat penjualan BBM bersubsidi secara eceran diluar SPBU. Menurutnya, penjualan secara bebas tersebut melanggar peraturan.
"Yang harus diperhatikan, kalau ada yang menjual eceran. Padahal harga eceran kan nggak diatur. Harusnya nggak boleh, tapi orang malah ngantri beli. BBM subsidi nggak boleh dijual belikan di luar SPBU. Tapi saat ini hanya himbauan, karena aturannya belum jelas," katanya.
(lih/qom)
"Kampanye saya perkirakan akan menambah kuota. Karena kendaraan motor banyak dipakai, pasti naik sekitar 10% dari kuota daerah," kata Anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo disela-sela Porseni Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (17/7/2008).
Sebagai langkah pengawasannya, BPH Migas akan bekerjasama dengan polisi dan Pertamina. Hanya saja kesulitannya, sampai sekarang tidak ada larangan yang jelas untuk pembatasan konsumsi BBM.
Hanya saja jika tidak diawasi secara ketat, maka konsumsi diprediksi akan melampaui kuota dalam APBN sebanyak 36 juta kiloliter. Hingga Juni 2008 saja, konsumsi BBM bersubsidi sudah mencapai 55,31%.
BBM Eceran
Adi juga menambahkan, BPH Migas akan memperketat penjualan BBM bersubsidi secara eceran diluar SPBU. Menurutnya, penjualan secara bebas tersebut melanggar peraturan.
"Yang harus diperhatikan, kalau ada yang menjual eceran. Padahal harga eceran kan nggak diatur. Harusnya nggak boleh, tapi orang malah ngantri beli. BBM subsidi nggak boleh dijual belikan di luar SPBU. Tapi saat ini hanya himbauan, karena aturannya belum jelas," katanya.
(lih/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 14:26 WIB
Susah Bebaskan Lahan, Investor Tol Kirim Surat ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
