Bapepam Kaji Rencana Bakrie dan Gobel Masuk Indosat
Jumat, 18/07/2008 12:52 WIB
(Foto: detikInet)
Padang - Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) masih mengkaji rencana tender offer saham PT Indosat Tbk (ISAT) oleh grup Bakrie dan Rachmat Gobel, selain tender offer utama oleh Qatar Telecom (Qtel).
"Rachmat Gobel dan grup Bakrie kan berencana mengadakan voluntary tender offer atas Indosat, perusahaan yang rencananya akan ditender offer oleh Qtel. Hal ini masih kami bicarakan. Sebab, kami masih membicarakan peraturan mengenai hal ini," jelas Kabiro Penilaian Perusahaan Sektor Riil Bapepam, Nurhaida dalam dialog dengan Media di Hotel Bumiminang, Padang, Sumatera Barat, Jumat (18/7/2008).
Hingga saat ini Bapepam belum dapat memberikan pernyataan efektif tender offer baik oleh Qtel, Rachmat Gobel maupun grup Bakrie.
"Agak lambatnya pernyataan efektif tender offer Indosat oleh Qtel karena ada beberapa hal yang harus dikonfirmasi terlebih dahulu," ujar Nurhaida.
Menurut Nurhaida, belum dikeluarkannya pernyataan efektif tersebut karena Bapepam harus melakukan klarifikasi dan konfirmasi terlebih dahulu dengan lembaga terkait.
"Masalah tender offer Qtel atas ISAT harus diklarifikasi dulu ke institusi lain yang juga mengatur tentang industri telekomunikasi di Indonesia. Dalam hal ini Depkominfo," ujar Nurhaida.
Tujuannya adalah agar nantinya tidak terjadi benturan peraturan setelah efektif dikeluarkan oleh Bapepam.
"Depkominfo memiliki beberapa peraturan yang khusus mengatur industri ini, sehingga kami harus melakukan konsolidasi terlebih dahulu," ujarnya.
Qtel telah mengumumkan rencana tender offer saham Indosat yang dimiliki publik setelah berhasil mengambilalih 40,8% saham Indosat dari STT. Karena terbentur aturan daftar negatif investasi untuk perusahaan telekomunikasi, Qtel hanya bisa menguasai 49% saham Indosat. Sehingga saham publik yang akan dibeli tinggal 8,2%.
Belakangan Qtel melakukan aliansi strategis dengan Rachmat Gobel namun tidak dijelaskan bentuknya seperti apa. Rachmat Gobel akan memberikan panduan ke Qtel atas investasinya di Indosat.
(dro/ir)
"Rachmat Gobel dan grup Bakrie kan berencana mengadakan voluntary tender offer atas Indosat, perusahaan yang rencananya akan ditender offer oleh Qtel. Hal ini masih kami bicarakan. Sebab, kami masih membicarakan peraturan mengenai hal ini," jelas Kabiro Penilaian Perusahaan Sektor Riil Bapepam, Nurhaida dalam dialog dengan Media di Hotel Bumiminang, Padang, Sumatera Barat, Jumat (18/7/2008).
Hingga saat ini Bapepam belum dapat memberikan pernyataan efektif tender offer baik oleh Qtel, Rachmat Gobel maupun grup Bakrie.
"Agak lambatnya pernyataan efektif tender offer Indosat oleh Qtel karena ada beberapa hal yang harus dikonfirmasi terlebih dahulu," ujar Nurhaida.
Menurut Nurhaida, belum dikeluarkannya pernyataan efektif tersebut karena Bapepam harus melakukan klarifikasi dan konfirmasi terlebih dahulu dengan lembaga terkait.
"Masalah tender offer Qtel atas ISAT harus diklarifikasi dulu ke institusi lain yang juga mengatur tentang industri telekomunikasi di Indonesia. Dalam hal ini Depkominfo," ujar Nurhaida.
Tujuannya adalah agar nantinya tidak terjadi benturan peraturan setelah efektif dikeluarkan oleh Bapepam.
"Depkominfo memiliki beberapa peraturan yang khusus mengatur industri ini, sehingga kami harus melakukan konsolidasi terlebih dahulu," ujarnya.
Qtel telah mengumumkan rencana tender offer saham Indosat yang dimiliki publik setelah berhasil mengambilalih 40,8% saham Indosat dari STT. Karena terbentur aturan daftar negatif investasi untuk perusahaan telekomunikasi, Qtel hanya bisa menguasai 49% saham Indosat. Sehingga saham publik yang akan dibeli tinggal 8,2%.
Belakangan Qtel melakukan aliansi strategis dengan Rachmat Gobel namun tidak dijelaskan bentuknya seperti apa. Rachmat Gobel akan memberikan panduan ke Qtel atas investasinya di Indosat.
(dro/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 14:26 WIB
Susah Bebaskan Lahan, Investor Tol Kirim Surat ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
