detikfinance

Sistem Eror, Bursa Tokyo Stop Perdagangan Berjangka

Nurul Qomariyah - detikfinance
Selasa, 22/07/2008 10:05 WIB
Foto: AFP
Tokyo - Untuk kesekian kalinya, Bursa Saham Tokyo atau Tokyo Stock Exchange (TSE) harus menghentikan perdagangan sahamnya karena adanya kesalahan dalam sistem komputernya.

Kali ini TSE menghentikan perdagangan berjangka dan opsi saham akibat kegagalan kecil dari sistem komputer bursa terbesar di Asia itu.

Seperti dikutip dari AFP, Selasa (22/7/2008), TSE menghentikan perdagangan indeks berjangka dan opsi, termasuk juga obligasi pemerintah berjangka dan opsi sejak pukul 09.21 waktu setempat. TSE dalam pengumumannya menyatakan tengah mencari sumber dari permasalahan tersebut.

Kesalahan pada sistem ini bukan yang pertama kalinya. Pada Januari 2006, TSE harus menghentikan perdagangannya lebih cepat dari biasanya karena adanya aksi jual besar-besaran yang tak mampu lagi ditampung oleh sistemnya.

Dan pada Desember 2005, TSE terguncang setelah seorang pialang salah memasukkan order dan menyebabkan sistem eror.

Pada Februari 2008, TSE akhirnya memutuskan untuk memotong gaji direksinya setelah adanya kesalahan kecil dalam sistem komputernya yang menyebabkan suspensi dari kontrak berjangka Topix.



(qom/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.