BPK Siap Bantu Panitia Hak Angket BBM
Rabu, 23/07/2008 12:06 WIB
Foto: Wahyu-detikFinance
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) siap membantu panitia hak angket BBM. BPK akan meminta secara resmi kepada DPR bantuan apa yang bisa diberikan BPK.
Hal tersebut disampaikan Ketua BPK Anwar Nasution di sela Konferensi Sektor Publik yang diadakan Ikatan Akuntan Indonesia, BPK dan CPA Australia di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (23/7/2008).
"Saya akan minta surat secara formal dari DPR apa yang menjadi prioritas mereka, ini yang saya tunggu, dan sudah jelas kami akan bantu panitia angket," ujarnya.
Sebelum panitia angket ini dibentuk, BPK sudah membuat audit sendiri mengenai perminyakan. "Dan ini memang merupakan prioritas kita tahun ini karena sebelum panitia hak angket terbentuk, kita sudah mulai audit," ujarnya.
BPK beberapa tahun lalu sempat menemukan penyimpangan di Pertamina Energy Trading Limited (Petral), dengan temuan kerugian negara sebesar US$ 8 juta.
"Kemudian pejabatnya juga masuk penjara, lalu kita audit subsidi kita hemat itu berapa triliun kemudian kita audit cost recovery, karena itu yang ribut terus kan. Kemudian kita audit aliran dana rekening," ujarnya.
Audit seperti itu sudah dilakukan BPK jadi kalau ada permintaan dari DPR, BPK tidak banyak menambahkan. "Karena memang sudah kita mulai, jadi itu yang harus kita lakukan," ujarnya.
(dnl/ddn)
Hal tersebut disampaikan Ketua BPK Anwar Nasution di sela Konferensi Sektor Publik yang diadakan Ikatan Akuntan Indonesia, BPK dan CPA Australia di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (23/7/2008).
"Saya akan minta surat secara formal dari DPR apa yang menjadi prioritas mereka, ini yang saya tunggu, dan sudah jelas kami akan bantu panitia angket," ujarnya.
Sebelum panitia angket ini dibentuk, BPK sudah membuat audit sendiri mengenai perminyakan. "Dan ini memang merupakan prioritas kita tahun ini karena sebelum panitia hak angket terbentuk, kita sudah mulai audit," ujarnya.
BPK beberapa tahun lalu sempat menemukan penyimpangan di Pertamina Energy Trading Limited (Petral), dengan temuan kerugian negara sebesar US$ 8 juta.
"Kemudian pejabatnya juga masuk penjara, lalu kita audit subsidi kita hemat itu berapa triliun kemudian kita audit cost recovery, karena itu yang ribut terus kan. Kemudian kita audit aliran dana rekening," ujarnya.
Audit seperti itu sudah dilakukan BPK jadi kalau ada permintaan dari DPR, BPK tidak banyak menambahkan. "Karena memang sudah kita mulai, jadi itu yang harus kita lakukan," ujarnya.
(dnl/ddn)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 14:26 WIB
Susah Bebaskan Lahan, Investor Tol Kirim Surat ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
