Berita Lain
-
Selasa, 22/05/2012 12:20 WIB
Jadi Artis Foto Dadakan, Dahlan Iskan Dikelilingi Wanita -
Minggu, 20/05/2012 15:18 WIB
Wamendag & Gubernur Jateng Jadi Tukang Becak Dadakan -
Jumat, 18/05/2012 13:38 WIB
Libur Panjang, Bos Kereta Api Keliling Stasiun -
Rabu, 16/05/2012 12:35 WIB
Siapakah Rudy Setyopurnomo, Sang Bos Baru Merpati? -
Senin, 14/05/2012 16:52 WIB
Kisah Dahlan Iskan Jadi Penumpang Setia Merpati -
Rabu, 02/05/2012 19:24 WIB
Dahlan Iskan Bagi-bagi 'Torpedo' Kambing Buatan Istri
Indeks Berita
Rumor Saham
Sumitomo Minati INCO, Target Rp 4000?
Salah satu pelaku pasar mengatakan bahwa Sumitomo Corp dari Jepang akan menambah kepemilikan dalam PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Kabar yang....
3 Komentar | Balas Tanggapan
3 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 469.000
-
Rp 6,049.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 22/05/2012 14:44 WIB
Dahlan Iskan Menegaskan Tak Akan Beri Modal ke Merpati
Posted by: kaptenDF
Rabu, 23/07/2008 17:21 WIB
Jadi Gubernur BI, Harta Boediono Naik Rp 5 Miliar
Chairina Fatia - detikFinance
Foto: Wahyu Daniel/detikFinance
Boediono melaporkan harta kekayaannya bersama-sama dengan Hakim Konstitusi Mahfud MD dan Ketua BPK Anwar Nasution di Gedung KPK, di Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (23/7/2008).
Satu persatu para pejabat itu membeberkan rincian kekayaannya. Boediono adalah pejabat yang paling banyak total kekayaannya.
Mantan Menko Perekonomian itu menyebut harta kekayaannya sebelum menjabat sebagai Gubernur BI berjumlah Rp 13.612.509.972 jumlah tersebut dari data 24 Februari 2006. Hartanya kemudian melonjak menjadi Rp 18.660.488.141 ditambah US$10 ribu pada 31 Mei 2008.
"Kenaikan hartanya lebih karena kenaikan NJOP (nilai jual objek tanah)," terang pria kelahiran Blitar, 25 Februari 1943 ini.
Boediono dilantik sebagai Gubernur BI pada 22 Mei 2008. Boediono menggantikan Burhanuddin Abdullah yang kini ditahan karena kasus korupsi aliran dana YPPI.
Berikut rincian laporan keuangan mantan Menkeu ini:
Harta tidak bergerak pada 24 Februari 2006 berjumlah Rp 2.282.228.000 menjadi Rp 5.881.865.000 per 31 Mei 2008.
Harta Bergerak alat transport dan mesin lainnya per 24 Februari 2006 Rp 646.700.000. Setelah menjabat sebagai Gubernur BI dengan data per 31 Mei 2008 Rp 512.500.000.
Surat berharga per 31 Mei Rp 600 juta:
1. Tahun investasi 2008 (hasil sendiri) per 31 Mei 2008, Rp 400 juta
2. Tahun investasi 2008 (hasil sendiri) per 31 Mei 2008, Rp 200 juta.
(ptr/qom)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 09:54 WIB
Bos Judi Berkumpul dalam Hajatan Tiga Hari di Macau -
Rabu, 23/05/2012 09:51 WIB
Puncak Produksi Blok Cepu Hanya Berlangsung 5 Tahun -
Rabu, 23/05/2012 10:00 WIB
Hore! Pertamax Turun jadi Rp 9.700 per Liter -
Rabu, 23/05/2012 09:15 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Waspadai Krisis Eropa, Hatta: Banyak Bekerja, Jangan Berpolemik -
Rabu, 23/05/2012 10:37 WIB
Eropa Krisis, Asia Timur dan Pasifik Harus Kurangi Ketergantungan Ekspor
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 - 08:35
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Rabu, 23/05/2012 - 09:04
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Rabu, 23/05/2012 - 04:16
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Rabu, 23/05/2012 - 09:42
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Recommended Reading







Sending your message.gif)



