Berita Lain
-
Rabu, 23/05/2012 11:10 WIB
Bayar Utang dan Bangun Kantor, Kobexindo Tawarkan 30% Saham IPO -
Rabu, 23/05/2012 10:56 WIB
Zuckerberg Cairkan Saham Facebook Rp 10 Triliun untuk Bayar Pajak -
Rabu, 23/05/2012 09:36 WIB
Saham Unggulan Kena Profit Taking, IHSG Melemah 22 Poin -
Rabu, 23/05/2012 08:30 WIB
Anjlok 9%, Saham Facebook Makin Murah -
Rabu, 23/05/2012 08:15 WIB
Rekomendasi Saham
Pelaku Pasar Menanti Pertemuan Eropa -
Rabu, 23/05/2012 08:08 WIB
Bergerak Fluktuatif, Wall Street Berakhir Flat
Indeks Berita
Rumor Saham
Sumitomo Minati INCO, Target Rp 4000?
Salah satu pelaku pasar mengatakan bahwa Sumitomo Corp dari Jepang akan menambah kepemilikan dalam PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Kabar yang....
3 Komentar | Balas Tanggapan
3 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 469.000
-
Rp 6,049.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 22/05/2012 14:44 WIB
Dahlan Iskan Menegaskan Tak Akan Beri Modal ke Merpati
Posted by: kaptenDF
Kamis, 24/07/2008 11:49 WIB
Peluang Qtel Miliki 49% Lebih Saham Indosat Tertutup
Indro Bagus SU - detikFinance
(Foto: detikInet)
Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany menegaskan Qtel hanya boleh membeli 8,2% saham publik karena perusahaan telekomunikasi dari timur tengah itu sudah memiliki 40,08% saham Indosat. Qtel membeli 40,08% saham tersebut dari STT.
"Pokoknya nggak bisa, kita ikuti apa yang dibatasi oleh kebijakan sektor bukan Bapepam bukan pasar modal tapi kebijkan dari sektor telekomunikasi bahwa asing maksimal hanya boleh memiliki 49%, gak bisa dong kita langgar. Berdasarkan hal itu saya bilang mereka hanya boleh 8,2% karena kita ikut mengamankan kebijakan sektor," jelas Fuad di sela-sela acara peluncuran rating reksa dana di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (24/7/2008).
Pasar modal lanjut Fuad, tidak boleh jalan sendiri dengan tidak menghiraukan peraturan-peraturan di sektor yang punya kepentingan nasional.
"Jadi kita ikuti. Apalagi peraturan tersebut (daftar negatif investasi) lebih tinggi kedudukannya dibanding aturan Bapepam, itu kan dari Presiden," katanya.
Ditanya bagaimana kalau Qtel tetap ingin punya saham lebih dari 49%, dengan tegas Fuad menjawab, "Biar saja tapi tetap saja nggak bisa".
Mengenai aliansi strategis yang dilakukan Qtel dan pengusaha Rahmat Gobel, Fuad mengaku tidak tahu mekanismenya seperti apa.
"Saya tidak tahu mekanisme kerja mereka seperti apa, tapi nggak ada kaitannya. Kalau mereka sebagai Qtel tetap saja tidak bisa. Soal dia gandeng Rahmat Gobel saya juga nggak ngerti gimana nantinya. Tapi yang jelas sebagai Qtel dia tetap saja asing dan hanya boleh maksimal punya saham Indosat 49%," tutur Fuad. (ir/qom)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 09:54 WIB
Bos Judi Berkumpul dalam Hajatan Tiga Hari di Macau -
Rabu, 23/05/2012 10:38 WIB
Ini Kawasan Jabodetabek yang Terangkat Proyek Tol JORR 2 -
Rabu, 23/05/2012 10:56 WIB
Zuckerberg Cairkan Saham Facebook Rp 10 Triliun untuk Bayar Pajak -
Rabu, 23/05/2012 10:37 WIB
Eropa Krisis, Asia Timur dan Pasifik Harus Kurangi Ketergantungan Ekspor -
Rabu, 23/05/2012 09:51 WIB
Puncak Produksi Blok Cepu Hanya Berlangsung 5 Tahun
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 - 08:35
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Rabu, 23/05/2012 - 09:04
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Rabu, 23/05/2012 - 04:16
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Rabu, 23/05/2012 - 09:42
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Recommended Reading







Sending your message
.gif)



