Harga BBM Bisa Naik Lagi di 2009
Kamis, 24/07/2008 13:33 WIB
Foto : Pertamina
Jakarta - Harga BBM dalam negeri bisa kembali naik 30 persen di tahun depan jika harga minyak rata-rata tahun ini mencapai US$ 130-140 per barel.
Hal tersebut disampaikan Kepala Ekonom Bank Mandiri Martin Panggabean dalam diskusi di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (24/7/2008).
"Kalau rata-rata harga minyaknya sampai US$ 130-US$ 140 per barel pada semester satu dan dua, saya pastikan pemerintah akan menaikkan lagi harga BBM sampai 30%," katanya.
Hal ini dikarenakan pada rata-rata harga demikian, maka subsidi BBM saja sudah menembus Rp 200 triliun lebih. Ditambah subsidi listrik dan pangan, total subsidi yang ditanggung pemerintah akan melampaui Rp 300 triliun.
"Kalau sudah demikian, maka akan melanggar UU karena maksimal (defisitnya) hanya 3%. Pemerintah nggak akan berani, pasti dinaikkan lagi," katanya.
Pemilihan waktu pada pertengahan 2009 atau sekitar Juni dipilih karena masa pasca pemilu. "Kalau sebelum pemilu pemerintah nggak akan berani, makanya ini akan jadi beban pemerintah selanjutnya," katanya.
Harga minyak pada semester pertama sempat mencapai US$ 140 per barel, namun sekarang turun ke US$ 124 per barel. Jika pada semester kedua harga minyak bertengger lama di level US$ 160 per barel, maka rata-ratanya bisa jadi US$ 140 per barel.
(lih/ddn)
Hal tersebut disampaikan Kepala Ekonom Bank Mandiri Martin Panggabean dalam diskusi di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (24/7/2008).
"Kalau rata-rata harga minyaknya sampai US$ 130-US$ 140 per barel pada semester satu dan dua, saya pastikan pemerintah akan menaikkan lagi harga BBM sampai 30%," katanya.
Hal ini dikarenakan pada rata-rata harga demikian, maka subsidi BBM saja sudah menembus Rp 200 triliun lebih. Ditambah subsidi listrik dan pangan, total subsidi yang ditanggung pemerintah akan melampaui Rp 300 triliun.
"Kalau sudah demikian, maka akan melanggar UU karena maksimal (defisitnya) hanya 3%. Pemerintah nggak akan berani, pasti dinaikkan lagi," katanya.
Pemilihan waktu pada pertengahan 2009 atau sekitar Juni dipilih karena masa pasca pemilu. "Kalau sebelum pemilu pemerintah nggak akan berani, makanya ini akan jadi beban pemerintah selanjutnya," katanya.
Harga minyak pada semester pertama sempat mencapai US$ 140 per barel, namun sekarang turun ke US$ 124 per barel. Jika pada semester kedua harga minyak bertengger lama di level US$ 160 per barel, maka rata-ratanya bisa jadi US$ 140 per barel.
(lih/ddn)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
