Bakmi Gila, dari Pinggir Jalan ke Apartemen Mewah
Kamis, 31/07/2008 12:15 WIB
Foto: Bakmi Gila
Jakarta - Penyantap bakmi memang tidak ada batasannya, mulai dari kalangan bawah sampai atas, bakmi merupakan salah satu menu favorit. Indonesia merupakan pasar mie terbesar no 2 di dunia.
Konsumen yang tak terbatas itulah yang ada di benak Nurlaila Harahap dan 2 orang temannya yakni Baihaqi dan Hendri untuk membuka usaha bakmi di tahun 2006. Nama usahanya cukup unik, Bakmi Gila.
"Saat itu, tengah booming 'gila', jadi dari situ namanya berasal," ujar Nurlaila ketika dihubungi detikFinance, Kamis (31/7/2008).
Sarjana pertanian ini sadar sudah banyak nama-nama besar yang membuka usaha seperti ini, namun dia melihat masih ada peluang berbisnis bakmi.
Karena itulah dia tidak terlalu jor-joran membuka warung bakminya. Yang penting usaha bakminya bisa jalan dan orang lain yang ikut berbisnis juga ikut untung.
"Kitanggak mau mencari untung tapi orang lain buntung," ujar istri dari Muhammad Farid ini.
Ibu 1 orang anak dan tengah mengandung 3 bulan ini juga memiliki beberapa trik agar bakminya tetap digilai konsumen. Yakni menjaga kualitas rasa, penyajian yang menarik, service yang memuaskan dan unik.
Saat ini, ada sekitar 3 gerai Bakmi Gila di Jakarta, antara lain di Jalan Vila Nusa Indah Raya, Komplek Vila Nusa Indah 2, Depan Masjid Siti Rawani/Sekolah Al Fajar, Ruko Taman Galaxi, Jl. Pulo Ribung Raya, Bekasi Selatan 17147.
"Segmennya kita mengincar yang dekat perumahan, seperti di Vila Nusa Indah yang ramai, yang semuanya serba ada, di situ kita masuk," ujarnya.
Bakmi Gila juga mencari penghuni apartemen yang ingin menjual bakmi. Karena sistemnya delivery order maka, untuk membuka Bakmi Gila, 1 buah apartemen akan cukup. Penghuni apartemen hanya menyiapkan dapur saja. Penghuni apartemen cukup hanya membeli lisensi Bakmi Gila sebesar Rp 15 juta.
Selain di apartemen, Bakmi Gila yang mendapatkan Enterpreneur Award di tahun 2008 ini juga menawarkan bentuk kerjasama kemitraan lain. Yakni tipe Mini Resto dengan biaya investasi Rp 35 juta, tipe Resto Rp 50 juta, dan tipe master.
Tipe master ini khusus untuk Bakmi Gila yang berlokasi di luar Jabodetabek, tipe master ini lengkap dengan peralatan pembuat mie.
Anda tertarik?
Hubungi Nurlaila/Ibu Farid di
Alamat :
Jl Vila Nusa Indah Raya, Komplek Vila Nusa Indah 2, Depan Masjid Siti Rawani / Sekolah Al Fajar.
(ddn/qom)
Konsumen yang tak terbatas itulah yang ada di benak Nurlaila Harahap dan 2 orang temannya yakni Baihaqi dan Hendri untuk membuka usaha bakmi di tahun 2006. Nama usahanya cukup unik, Bakmi Gila.
"Saat itu, tengah booming 'gila', jadi dari situ namanya berasal," ujar Nurlaila ketika dihubungi detikFinance, Kamis (31/7/2008).
Sarjana pertanian ini sadar sudah banyak nama-nama besar yang membuka usaha seperti ini, namun dia melihat masih ada peluang berbisnis bakmi.
Karena itulah dia tidak terlalu jor-joran membuka warung bakminya. Yang penting usaha bakminya bisa jalan dan orang lain yang ikut berbisnis juga ikut untung.
"Kitanggak mau mencari untung tapi orang lain buntung," ujar istri dari Muhammad Farid ini.
Ibu 1 orang anak dan tengah mengandung 3 bulan ini juga memiliki beberapa trik agar bakminya tetap digilai konsumen. Yakni menjaga kualitas rasa, penyajian yang menarik, service yang memuaskan dan unik.
Saat ini, ada sekitar 3 gerai Bakmi Gila di Jakarta, antara lain di Jalan Vila Nusa Indah Raya, Komplek Vila Nusa Indah 2, Depan Masjid Siti Rawani/Sekolah Al Fajar, Ruko Taman Galaxi, Jl. Pulo Ribung Raya, Bekasi Selatan 17147.
"Segmennya kita mengincar yang dekat perumahan, seperti di Vila Nusa Indah yang ramai, yang semuanya serba ada, di situ kita masuk," ujarnya.
Bakmi Gila juga mencari penghuni apartemen yang ingin menjual bakmi. Karena sistemnya delivery order maka, untuk membuka Bakmi Gila, 1 buah apartemen akan cukup. Penghuni apartemen hanya menyiapkan dapur saja. Penghuni apartemen cukup hanya membeli lisensi Bakmi Gila sebesar Rp 15 juta.
Selain di apartemen, Bakmi Gila yang mendapatkan Enterpreneur Award di tahun 2008 ini juga menawarkan bentuk kerjasama kemitraan lain. Yakni tipe Mini Resto dengan biaya investasi Rp 35 juta, tipe Resto Rp 50 juta, dan tipe master.
Tipe master ini khusus untuk Bakmi Gila yang berlokasi di luar Jabodetabek, tipe master ini lengkap dengan peralatan pembuat mie.
Anda tertarik?
Hubungi Nurlaila/Ibu Farid di
Alamat :
Jl Vila Nusa Indah Raya, Komplek Vila Nusa Indah 2, Depan Masjid Siti Rawani / Sekolah Al Fajar.
(ddn/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
