Bisnis Mobil Kayu Pak Marsa'ad
Senin, 04/08/2008 08:33 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Hampir semua bocah laki-laki menyukai mainan mobil-mobilan. Siapa sangka jika hampir semua mainan mobil-mobilan kayu yang dijual di pasar DKI Jakarta, merupakan hasil kerajinan tangan pabrik U.D Senang Anak milik Pak Marsa'ad.
"Saya mulai usaha ini tahun 1977. Awalnya iseng-iseng karena kerjaan saya sebelumnya bangkrut," ujar Marsa'ad ketika ditemui detikFinance di tokonya, Kalibata, Jakarta, Minggu (3/8/2008).
Inspirasi pria berusia 57 tahun ini datang dari keinginannya untuk membuat usaha yang dapat menyenangkan anak-anak.
"Saya pikir, siapa sih yang tidak suka mainan mobil-mobilan," ujar Marsa'ad.
Dengan modal sekedarnya, pengusaha yang memiliki nama asli Umar ini mulai membuka usaha ini. Ia kemudian bekerja sama dengan pemilik lahan di Kalibata untuk membuka toko disana.
"Jadi saya kerjasama dengan pemilik lahan. Dia sediakan lahan, saya produknya. Sistem pembagiannya dengan bagi hasil," jelas Marsa'ad.
Pabrik mainan ini terletak di wilayah Karawang. Pabriknya pun bukan pabrik besar dengan teknologi canggih, melainkan pabrik industri rumahan.
"Jadi di Karawang, saya menerapkan sistem pesan borongan pada pabrik-pabrik rumahan disana," ujar Marsa'ad.
Sistem pesan borongan yang dimaksud Marsa'ad adalah sistem beli berdasarkan unit, dan pembayaran dilakukan berdasarkan jumlah unit yang dibuat. Dalam terminologi modern, sistem beli putus ala pak Marsa'ad ini mirip dengan sistem outsourcing.
"Karena kalau pakai sistem gaji agak repot. Kalau mereka lagi malas, hasil unitnya sedikit, saya tetap harus menggaji mereka," jelas Marsa'ad.
Mekanisme produksi yang tidak terintegrasi inilah yang dipertahankan oleh Marsa'ad selama 30 tahun lebih. Dalam perjalanannya, rupanya dengan mekanisme seperti itu, usaha pak Marsa'ad pernah mengalami kejayaan.
"Jumlah pengrajin kami pernah mencapai 200 orang. Ketika itu produksi sangat banyak sekali, bahkan sampai diekspor ke Belanda, Jerman, Australia dan Jepang," papar Marsa'ad.
Ketika itu pun produk kerajinan ala pak Marsa'ad ini dijual di berbagai kota di Indonesia seperti Bekasi, Bogor, Tangerang, Palembang, Cirebon hingga Semarang.
"Sampai sekarang pun sebenarnya permintaan masih sangat tinggi, namun tidak bisa kami penuhi karena pengrajin kami saat ini jumlahnya tinggal 40 orangan," ujar Marsa'ad.
Menurut pak Marsa'ad, kondisi ekonomi menjadi faktor utama yang menyebabkan penyusutan jumlah tenaga kerja pabriknya. Jika dulu U.D Senang Anak mampu memproduksi 37 tipe mobil-mobilan, kini berkurang separuh menjadi 18 tipe saja.
Penyusutan jumlah pengrajin juga memangkas produksi mainan mobil-mobilan menjadi maksimal 500 unit saja satu bulannya.
"Padahal, permintaan dari Belanda atau Jerman misalnya, mereka biasanya minta 200 unit sekaligus per negara," ujar Marsa'ad.
Masalah tenaga kerja rupanya cukup menghambat pengembangan usaha pak Marsa'ad. Sistem pabrik tidak terintegrasi yang telah berjalan selama 30 tahun lebih mulai dipertanyakan oleh pak Marsa'ad.
"Dengan keadaan seperti ini, saya berpikir untuk bikin pabrik. Namun modalnya cukup besar sekitar Rp 300-500 jutaan. Modal tersebut untuk membeli gudang, mesian dan sebagainya," ujar Marsa'ad.
Seandainya pabrik terintegrasi sudah terwujud, tentu masalah-masalah ketenagakerjaan dapat lebih dikendalikan. Apalagi menurut Pak Marsa'ad, dari segi permintaan jumlahnya sangat tinggi, jadi prospek usaha ini ke depan bukanlah suatu hal yang perlu dikhawatirkan.
"Buktinya, di tengah kenaikan BBM seperti ini, ketika kami menaikkan harga jual, permintaan tidak berkurang," ujar Marsa'ad.
Saat ini harga jual produk pak Marsa'ad berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 175 ribu per unitnya. Modal yang dibutuhkan berkisar antara Rp 23 ribu hingga Rp 125 ribu per unit.
"Namun untuk bikin pabrik, kami terbentur modal. Ingin mengajukan ke bank, tapi kami tidak punya agunan. Lagipula bank juga tidak percaya dengan usaha ini," ujar Marsa'ad.
Meski memiliki pabrik masih menjadi impian, namun ia berharap dapat mewujudkan cita-citanya suatu hari nanti, entah dengan modal sendiri maupun bekerja sama dengan pemodal pihak luar.
Tertarik investasi disini:
Hubungi:
U.D Senang Anak
Jl Raya Pasar Minggu No 46, Kalibata Timur, Jakarta Selatan.
Marsa'ad alias Umar
(dro/ir)
"Saya mulai usaha ini tahun 1977. Awalnya iseng-iseng karena kerjaan saya sebelumnya bangkrut," ujar Marsa'ad ketika ditemui detikFinance di tokonya, Kalibata, Jakarta, Minggu (3/8/2008).
Inspirasi pria berusia 57 tahun ini datang dari keinginannya untuk membuat usaha yang dapat menyenangkan anak-anak.
"Saya pikir, siapa sih yang tidak suka mainan mobil-mobilan," ujar Marsa'ad.
Dengan modal sekedarnya, pengusaha yang memiliki nama asli Umar ini mulai membuka usaha ini. Ia kemudian bekerja sama dengan pemilik lahan di Kalibata untuk membuka toko disana.
"Jadi saya kerjasama dengan pemilik lahan. Dia sediakan lahan, saya produknya. Sistem pembagiannya dengan bagi hasil," jelas Marsa'ad.
Pabrik mainan ini terletak di wilayah Karawang. Pabriknya pun bukan pabrik besar dengan teknologi canggih, melainkan pabrik industri rumahan.
"Jadi di Karawang, saya menerapkan sistem pesan borongan pada pabrik-pabrik rumahan disana," ujar Marsa'ad.
Sistem pesan borongan yang dimaksud Marsa'ad adalah sistem beli berdasarkan unit, dan pembayaran dilakukan berdasarkan jumlah unit yang dibuat. Dalam terminologi modern, sistem beli putus ala pak Marsa'ad ini mirip dengan sistem outsourcing.
"Karena kalau pakai sistem gaji agak repot. Kalau mereka lagi malas, hasil unitnya sedikit, saya tetap harus menggaji mereka," jelas Marsa'ad.
Mekanisme produksi yang tidak terintegrasi inilah yang dipertahankan oleh Marsa'ad selama 30 tahun lebih. Dalam perjalanannya, rupanya dengan mekanisme seperti itu, usaha pak Marsa'ad pernah mengalami kejayaan.
"Jumlah pengrajin kami pernah mencapai 200 orang. Ketika itu produksi sangat banyak sekali, bahkan sampai diekspor ke Belanda, Jerman, Australia dan Jepang," papar Marsa'ad.
Ketika itu pun produk kerajinan ala pak Marsa'ad ini dijual di berbagai kota di Indonesia seperti Bekasi, Bogor, Tangerang, Palembang, Cirebon hingga Semarang.
"Sampai sekarang pun sebenarnya permintaan masih sangat tinggi, namun tidak bisa kami penuhi karena pengrajin kami saat ini jumlahnya tinggal 40 orangan," ujar Marsa'ad.
Menurut pak Marsa'ad, kondisi ekonomi menjadi faktor utama yang menyebabkan penyusutan jumlah tenaga kerja pabriknya. Jika dulu U.D Senang Anak mampu memproduksi 37 tipe mobil-mobilan, kini berkurang separuh menjadi 18 tipe saja.
Penyusutan jumlah pengrajin juga memangkas produksi mainan mobil-mobilan menjadi maksimal 500 unit saja satu bulannya.
"Padahal, permintaan dari Belanda atau Jerman misalnya, mereka biasanya minta 200 unit sekaligus per negara," ujar Marsa'ad.
Masalah tenaga kerja rupanya cukup menghambat pengembangan usaha pak Marsa'ad. Sistem pabrik tidak terintegrasi yang telah berjalan selama 30 tahun lebih mulai dipertanyakan oleh pak Marsa'ad.
"Dengan keadaan seperti ini, saya berpikir untuk bikin pabrik. Namun modalnya cukup besar sekitar Rp 300-500 jutaan. Modal tersebut untuk membeli gudang, mesian dan sebagainya," ujar Marsa'ad.
Seandainya pabrik terintegrasi sudah terwujud, tentu masalah-masalah ketenagakerjaan dapat lebih dikendalikan. Apalagi menurut Pak Marsa'ad, dari segi permintaan jumlahnya sangat tinggi, jadi prospek usaha ini ke depan bukanlah suatu hal yang perlu dikhawatirkan.
"Buktinya, di tengah kenaikan BBM seperti ini, ketika kami menaikkan harga jual, permintaan tidak berkurang," ujar Marsa'ad.
Saat ini harga jual produk pak Marsa'ad berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 175 ribu per unitnya. Modal yang dibutuhkan berkisar antara Rp 23 ribu hingga Rp 125 ribu per unit.
"Namun untuk bikin pabrik, kami terbentur modal. Ingin mengajukan ke bank, tapi kami tidak punya agunan. Lagipula bank juga tidak percaya dengan usaha ini," ujar Marsa'ad.
Meski memiliki pabrik masih menjadi impian, namun ia berharap dapat mewujudkan cita-citanya suatu hari nanti, entah dengan modal sendiri maupun bekerja sama dengan pemodal pihak luar.
Tertarik investasi disini:
Hubungi:
U.D Senang Anak
Jl Raya Pasar Minggu No 46, Kalibata Timur, Jakarta Selatan.
Marsa'ad alias Umar
(dro/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
