Berita Lain
-
Rabu, 23/05/2012 09:15 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Waspadai Krisis Eropa, Hatta: Banyak Bekerja, Jangan Berpolemik -
Rabu, 23/05/2012 07:29 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Hatta: Penyatuan Zona Waktu, PNS Bakal Kerja Jam 07.00 -
Selasa, 22/05/2012 19:26 WIB
Waralaba yang Asli akan Memiliki Logo Khusus -
Selasa, 22/05/2012 19:11 WIB
Produk Impor di Rak-rak Toko Ritel akan Dibatasi -
Selasa, 22/05/2012 18:28 WIB
Agus Marto: Banyak Perusahaan Tambang Tak Benar Bayar Pajak -
Selasa, 22/05/2012 17:59 WIB
Punya Kos-kosan 100 Kamar di Depok Wajib Punya IPAL
Indeks Berita
Rumor Saham
Sumitomo Minati INCO, Target Rp 4000?
Salah satu pelaku pasar mengatakan bahwa Sumitomo Corp dari Jepang akan menambah kepemilikan dalam PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Kabar yang....
3 Komentar | Balas Tanggapan
3 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,049.000
-
Rp 469.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 22/05/2012 14:44 WIB
Dahlan Iskan Menegaskan Tak Akan Beri Modal ke Merpati
Posted by: kaptenDF
Rabu, 06/08/2008 13:01 WIB
Depkeu: Data Nama-nama yang Dicekal dari ESDM
Wahyu Daniel - detikFinance
Hadiyanto (Foto: Wahyu)
Hal tersebut disampaikan Dirjen Kekayaan Negara Depkeu, Hadiyanto ketika ditemui wartawan di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (6/8/2008).
"Mengenai pengurus, kami mendapatkan data tersebut dari ESDM. Jadi nama-nama pengurus yang dicegah itu didasarkan pada dokumentasi ESDM, sehingga kami melaksanakan apa yang diserahkan ESDM ke kita," jelas Hadiyanto.
Sejumlah nama yang masuk dalam daftar pencekalan akibat masalah piutang ke negara menyatakan telah lama mundur dari perusahaan yang terkait. Seperti Jeffrey Mulyono yang ternyata telah mundur dari posisi Presdir Berau Coal sejak tahun 2006. Demikian pula Kazuya Tanaka yang menyatakan telah mundur sebagai Direktur Arutmin.
"Memang sebelumnya kita juga sudah melakukan pengecekan yang dilakukan oleh PUPN (Panitia Urusan Piutang Negara) Jakarta. Nama-nama itulah yang didapat. Kita ceknya PUPN itu ke perusahaan ataupun imigrasi. Dan setelah itu maka dikeluarkan pencegahan," urainya.
Nama-nama direksi perusahaan tambang yang dicekal sebelumnya diumumkan oleh Dirjen Penyidikan dan Penindakan Imigrasi Syaiful Rahman. Hadiyanto juga menegaskan, nama-nama yang dicekal itu semestinya bersifat rahasia dan tidak diumumkan.
"Jadi nama-nama yang keluar itu sumbernya bukan dari kita karena yang kita pakai sifatnya confidential," imbuhnya.
Apakah pencekalan bisa dicabut? "Kami lihat progress-nya. Seharusnya kalau mau dicabut, dia harus berusaha meyakinkan kepada perusahaan tersebut untuk membayar karena ini kan piutang negara. Kalau pihak ketiga itu menahan piutang negara, itu bisa disebut apa coba? Jadi memang harus ada pencegahan supaya mereka mau membayar," tegas Hadiyanto.
Terkait pencegahan yang baru dilakukan sekarang, Hadiyanto menyatakan bahwa hal itu dikarenakan pemerintah perlu melakukan proses penelitian. Selain itu, pemerintah juga sedang mencari sumber-sumber penerimaan untuk menutup setoran ke APBN.
"Seperti PPA kan sulit menjual aset, nah kita gali potensi penerimaan dan ternyata ada ini. Ini bisa dijadikan potensi untuk penerimaan. Jadi kita cegah supaya ada pembayaran," tambahnya lagi.
Berdasarkan surat dari ESDM, PUPN Cabang DKI Jakarta telah menerbitkan surat keputusan penetapan jumlah piutang negara atau PJPN tanggal 20 Juli 2007 atas nama si penanggung utang tersebut dengan jumlah total Rp 864,07 miliar dan US$ 330,2 juta. Dengan perkembangan pengurusan piutang terhadap 6 debitor, maka sudah ditetapkan surat paksa tanggal 28 Agustus 2007.
(qom/ddn)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 09:54 WIB
Bos Judi Berkumpul dalam Hajatan Tiga Hari di Macau -
Rabu, 23/05/2012 10:38 WIB
Ini Kawasan Jabodetabek yang Terangkat Proyek Tol JORR 2 -
Rabu, 23/05/2012 10:56 WIB
Zuckerberg Cairkan Saham Facebook Rp 10 Triliun untuk Bayar Pajak -
Rabu, 23/05/2012 10:37 WIB
Eropa Krisis, Asia Timur dan Pasifik Harus Kurangi Ketergantungan Ekspor -
Rabu, 23/05/2012 10:00 WIB
Hore! Pertamax Turun jadi Rp 9.700 per Liter
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 - 08:35
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Rabu, 23/05/2012 - 09:04
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Rabu, 23/05/2012 - 04:16
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Rabu, 23/05/2012 - 09:42
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Recommended Reading







Sending your message
.gif)



