Direksi Kideco & Kendilo Juga Pernah Dicekal Terkait Royalti
Rabu, 06/08/2008 15:20 WIB
Hadiyanto (Foto: Wahyu)
Jakarta - Selain mencekal 4 perusahaan batubara, pemerintah ternyata juga pernah mencekal perusahaan batubara lainnya yakni PT Kideco Jaya Agung dan PT Kendilo Coal Indonesia.
Dua Perusahaan itu dicekal dengan alasan yang sama yakni belum membayar royalti bagian pemerintah. PT Kideco Jaya Agung memiliki utang Rp 448,09 miliar dan US$ 30,51 juta.
"Itu pernah dicekal dirutnya, sudah kita cekal sebelumnya. Dengan tidak membayar royalti ESDM menyerahkan pengurusan piutang kepada PUPN," ujar Dirjen Kekayaan Negara Depkeu Hadiyanto dikantornya, Jakarta, Rabu (6/8/2008).
Namun Hadiyanto tidak menjelaskan apakah kedua perusahaan ini masih masuk daftar cekal atau tidak. Untuk PT Kendilo Coal Indonesia royalti yang belum dibayar sebesar US$ 6,64 juta.
Sementara itu 4 perusahaan yakni PT KPC, PT Arutmin Indonesia, PT Berau Coal, dan PT Adaro Indonesia berdasarkan catatan Hadiyanto memiliki utang senilai US$ 293,031 juta dan Rp 415,97 miliar
Perinciannya PT KPC US$ 115,62 juta, PT Arutmin Indonesia US$ 68,6 juta us, PT Berau Coal Rp 284,27 miliar dan US$ 23,81 juta, PT Adaro Indonesia Rp 131,7 miliar dan US$ 85,001 juta.
"Jumah utang tersebut belum termasuk biaya administrasi pengurusan piutang negara sebesar 10 persen yang merupakan PNBP-nya Ditjen Kekayaan Negara," ujarnya.
(ddn/ir)
Dua Perusahaan itu dicekal dengan alasan yang sama yakni belum membayar royalti bagian pemerintah. PT Kideco Jaya Agung memiliki utang Rp 448,09 miliar dan US$ 30,51 juta.
"Itu pernah dicekal dirutnya, sudah kita cekal sebelumnya. Dengan tidak membayar royalti ESDM menyerahkan pengurusan piutang kepada PUPN," ujar Dirjen Kekayaan Negara Depkeu Hadiyanto dikantornya, Jakarta, Rabu (6/8/2008).
Namun Hadiyanto tidak menjelaskan apakah kedua perusahaan ini masih masuk daftar cekal atau tidak. Untuk PT Kendilo Coal Indonesia royalti yang belum dibayar sebesar US$ 6,64 juta.
Sementara itu 4 perusahaan yakni PT KPC, PT Arutmin Indonesia, PT Berau Coal, dan PT Adaro Indonesia berdasarkan catatan Hadiyanto memiliki utang senilai US$ 293,031 juta dan Rp 415,97 miliar
Perinciannya PT KPC US$ 115,62 juta, PT Arutmin Indonesia US$ 68,6 juta us, PT Berau Coal Rp 284,27 miliar dan US$ 23,81 juta, PT Adaro Indonesia Rp 131,7 miliar dan US$ 85,001 juta.
"Jumah utang tersebut belum termasuk biaya administrasi pengurusan piutang negara sebesar 10 persen yang merupakan PNBP-nya Ditjen Kekayaan Negara," ujarnya.
(ddn/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
