Pemegang Saham di Bawah 5% Harus Dilaporkan ke Bapepam
Rabu, 06/08/2008 17:31 WIB
Foto: Indro Bagus/detikFinance
Jakarta - Bapepam-LK memperbarui aturan tentang laporan biro administrasi efek atau emiten dan perusahaan publik yang menyelenggarakan administrasi efek sendiri. Jumlah pemegang saham di bawah 5% nantinya juga harus dilaporkan ke Bapepam.
Peraturan baru Bapepam yang diterbitkan, Rabu (6/8/2008) adalah Peraturan Nomor X.H.1 tentang laporan biro administrasi efek atau emiten dan perusahaan publik yang menyelenggarakan administrasi efek sendiri, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor Kep-317/BL/2008 tanggal 6 Agustus 2008.
Peraturan ini merupakan perubahan atas Peraturan Nomor X.H.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-75/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996.
"Perubahan peraturan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas laporan sehingga tergambar komposisi pemegang saham publik dari emiten dan perusahaan publik termasuk persentase, jumlah dan kepemilikan 5% atau kurang," jelas Ketua Bapepam Fuad Rahmany dalam siaran persnya, yang diterima detikFinance, Rabu (6/8/2008).
Disamping itu, penyempurnaan peraturan ini juga dimaksudkan untuk memfasilitasi emiten atau perusahaan publik yang bermaksud mengajukan permohonan penurunan pajak penghasilan kepada Ditjen Pajak sesuai dengan PP No 81/2007 tentang penurunan tarif pajak bagi wajib pajak badan dalam negeri yang berbentuk perseroan terbuka.
Dengan adanya kewajiban ini, maka nantinya dapat diketahui:
(qom/ddn)
Peraturan baru Bapepam yang diterbitkan, Rabu (6/8/2008) adalah Peraturan Nomor X.H.1 tentang laporan biro administrasi efek atau emiten dan perusahaan publik yang menyelenggarakan administrasi efek sendiri, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor Kep-317/BL/2008 tanggal 6 Agustus 2008.
Peraturan ini merupakan perubahan atas Peraturan Nomor X.H.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-75/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996.
"Perubahan peraturan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas laporan sehingga tergambar komposisi pemegang saham publik dari emiten dan perusahaan publik termasuk persentase, jumlah dan kepemilikan 5% atau kurang," jelas Ketua Bapepam Fuad Rahmany dalam siaran persnya, yang diterima detikFinance, Rabu (6/8/2008).
Disamping itu, penyempurnaan peraturan ini juga dimaksudkan untuk memfasilitasi emiten atau perusahaan publik yang bermaksud mengajukan permohonan penurunan pajak penghasilan kepada Ditjen Pajak sesuai dengan PP No 81/2007 tentang penurunan tarif pajak bagi wajib pajak badan dalam negeri yang berbentuk perseroan terbuka.
Dengan adanya kewajiban ini, maka nantinya dapat diketahui:
- Jumlah pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5% dari keseluruhan saham yang disetor.
- Persentase kepemilikan saham dengan persentase kepemilikan di bawah 5% dari keseluruhan saham yang disetor.
(qom/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
