Qtel: Kami Tak Minta Pergantian Direksi Indosat
Senin, 11/08/2008 06:48 WIB
Direksi Indosat (Foto: Indro/detikcom)
Jakarta - Qatar Telecom (Qtel) membantah telah mengajukan pergantian direksi PT Indosat Tbk (ISAT), setelah pihaknya tuntas mengakuisisi 40,8% saham BUMN telekomunikasi itu.
"Qtel tidak membuat satupun permintaan untuk mengganti direksi Indosat," demikian pernyataan dari Qtel seperti dikutip dari Reuters, Senin (11/8/2008).
"Jajaran Direksi ditunjuk oleh jajaran komisaris Indosat, bukan Qtel," tegas Qtel dalam pernyataannya tersebut.
Klarifikasi itu disampaikan setelah Indosat mengumumkan RUPSLB pada 25 Agustus mendatang dengan agenda pergantian direksi. Pemerintah dikabarkan menolak direksi dan komisaris yang diajukan oleh Qtel.
Qtel pada 26 Juni lalu mengumumkan rencana pembelian 40,8% saham Indosat melalui akuisisi Asia Mobile Holdings Pte. Ltd (AMH). Dalam struktur STT, AMH adalah pemilik Indonesia Communications Limietd (ICL) yang tercatat sebagai pemegang saham Indosat.
Qtel melakukan perjanjian pembelian tertanggal 6 Juni 2008 dengan STT untuk membayar tunai sebanyak 2,4 miliar dolar Singapura atau US$ 1,8 miliar atau Rp 16,740 triliun dengan kurs 9.300/US$.
Qtel adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Timur Tengah yang jaringannya tersebar di Asia Pasifik, Amerika dan Eropa. Dalam pernyataannya pemimpin Qtel Group Sheikh Abdullah Al Thani mengatakan sangat senang dengan pembelian saham Indosat ini.
Qtel sebenarnya ingin melanjutkan tender offer pada harga Rp 7.388 per saham atau sama seperti harga yang ditawarkan Qtel ketika membeli saham Indosat milik STT. Saham yang akan dibeli ini meliputi pula saham seri B dalam American Depositary Shares (ADS) yang tercatat di Bursa Efek New York. Namun tender offer ini tidak jadi dilakukan karena tersandung izin.
Pada RUPST Indosat 5 Juni 2008 ditetapkan susunan lengkap komisaris Indosat periode 2008-2012:
Sedangkan susunan direksi Indosat saat ini adalah:
(qom/qom)
"Qtel tidak membuat satupun permintaan untuk mengganti direksi Indosat," demikian pernyataan dari Qtel seperti dikutip dari Reuters, Senin (11/8/2008).
Qtel menyatakan, RUPSLB yang dilaksanakan pada 25 Agustus mendatang adalah untuk mengganti anggota Dewan Komisaris.
"Jajaran Direksi ditunjuk oleh jajaran komisaris Indosat, bukan Qtel," tegas Qtel dalam pernyataannya tersebut.
Klarifikasi itu disampaikan setelah Indosat mengumumkan RUPSLB pada 25 Agustus mendatang dengan agenda pergantian direksi. Pemerintah dikabarkan menolak direksi dan komisaris yang diajukan oleh Qtel.
Qtel pada 26 Juni lalu mengumumkan rencana pembelian 40,8% saham Indosat melalui akuisisi Asia Mobile Holdings Pte. Ltd (AMH). Dalam struktur STT, AMH adalah pemilik Indonesia Communications Limietd (ICL) yang tercatat sebagai pemegang saham Indosat.
Qtel melakukan perjanjian pembelian tertanggal 6 Juni 2008 dengan STT untuk membayar tunai sebanyak 2,4 miliar dolar Singapura atau US$ 1,8 miliar atau Rp 16,740 triliun dengan kurs 9.300/US$.
Qtel adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Timur Tengah yang jaringannya tersebar di Asia Pasifik, Amerika dan Eropa. Dalam pernyataannya pemimpin Qtel Group Sheikh Abdullah Al Thani mengatakan sangat senang dengan pembelian saham Indosat ini.
Qtel sebenarnya ingin melanjutkan tender offer pada harga Rp 7.388 per saham atau sama seperti harga yang ditawarkan Qtel ketika membeli saham Indosat milik STT. Saham yang akan dibeli ini meliputi pula saham seri B dalam American Depositary Shares (ADS) yang tercatat di Bursa Efek New York. Namun tender offer ini tidak jadi dilakukan karena tersandung izin.
Pada RUPST Indosat 5 Juni 2008 ditetapkan susunan lengkap komisaris Indosat periode 2008-2012:
- Komisaris Utama: Peter Seah Lim Huat (wakil STT)
- Komisaris: Jarman, Rionald Silaban, Sio Tat Hiang, Sum Soon Lim, Sheikh Mohammed Bin Suhaim Hamad Al-Thani. Komisaris Independen: Lim Ah Doo, Setyanto P. Santosa, Soeprapto, George Thia.
Sedangkan susunan direksi Indosat saat ini adalah:
- Direktur Utama: Johnny Swandi Sjam
- Wakil Direktur Utama: Dr. Kaizad Bomi Heerjee
- Direktur: Wahyu Wijayadi, Raymond Tan Kim Meng, Fadzri Sentosa, Syakieb A Sungkar, Wong Heang Tuck, Roy Kannan, Guntur S. Siboro.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
