Saham Bayan Susah Naik di Listing Perdana
Selasa, 12/08/2008 09:32 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Penampilan pertama saham PT Bayan Resources Tbk di Bursa Efek Indonesia (BEI) sulit mencapai zona positif tengah banyaknya sentimen negatif yang memayungi perusahaan batubara itu.
Perusahaan batubara kini sedang dirundung banyak masalah mulai dari soal royalti hingga sengketa lahan. Dua isu tersebut akan membayangi pencatatan saham PT Bayan Resurces Tbk. Bukannya hanya masalah sengketa lahan tapi juga penurunan harga komoditas seiring turunnya harga minya dunia yang membuat investor memilih menjual dulu saham komoditasnya.
Pada perdagangan saham pukul 09.31 JATS, Selasa (12/8/2008) saham Bayan tidak beranjak di level Rp 5.800. Saham Bayan dengan kode perdagangan BYAN akan dicatatkan di papan utama justru mengalami tekanan bahkan sempat turun Rp 100.
Bayan melepas sebanyak 958.333.500 saham diharga Rp 5.800 per saham dan nilai nominal Rp 100. Sedangkan seluruh saham yang dicatatkan di BEI mencapai 2,375 miliar saham.
Dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk mengakuisisi floating transfer station Rp 313,4 miliar. Untuk pengembangan usaha dan modal kerja Proyek Wahana Rp 368,7 miliar, pengembangan usaha dan modal kerja Proyek Perkasa Rp 322,6 miliar, pengembangan usaha dan modal kerja Proyek FTB Rp 138,3 miliar dan sisanya untuk penambahan aset batubara serta modal kerja lainnya.
Grup Bayan merupakan produsen batubara terbesar kedelapan di Indonesia dan pada tahun 2007 produksi batubaranya mencapai 4,7 juta ton. Kinerja perseroan tahun 2007 mencatat pendapatan Rp 3,451 triliun dan laba bersih Rp 252,7 miliar.
Pemegang saham perseroan setelah IPO adalah Dato' Low Tuck Kwong 56,3%, Jenny Quantero 11,3%, Engki Wibowo 7,5% dan publik 25%
Bayan Resources merupakan emiten saham ke-16 di BEI tahun 2008. Sebelumnya, sudah ada 15 emiten saham baru yang listing yaitu PT Bank Ekonomi Raharja Tbk, PT Bekasi Asri Pemula Tbk, PT Triwira Insanlestari Tbk, PT Elnusa Tbk, PT Yanaprima Hastapersada, PT BTPN Tbk dan PT Kokoh Inti Arebama, PT Gozco Plantation Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Verena Oto Finance Tbk (VRNA), PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES), PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Mandarine Hotel Regency Tbk (HOME).
(ir/ir)
Perusahaan batubara kini sedang dirundung banyak masalah mulai dari soal royalti hingga sengketa lahan. Dua isu tersebut akan membayangi pencatatan saham PT Bayan Resurces Tbk. Bukannya hanya masalah sengketa lahan tapi juga penurunan harga komoditas seiring turunnya harga minya dunia yang membuat investor memilih menjual dulu saham komoditasnya.
Pada perdagangan saham pukul 09.31 JATS, Selasa (12/8/2008) saham Bayan tidak beranjak di level Rp 5.800. Saham Bayan dengan kode perdagangan BYAN akan dicatatkan di papan utama justru mengalami tekanan bahkan sempat turun Rp 100.
Bayan melepas sebanyak 958.333.500 saham diharga Rp 5.800 per saham dan nilai nominal Rp 100. Sedangkan seluruh saham yang dicatatkan di BEI mencapai 2,375 miliar saham.
Dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk mengakuisisi floating transfer station Rp 313,4 miliar. Untuk pengembangan usaha dan modal kerja Proyek Wahana Rp 368,7 miliar, pengembangan usaha dan modal kerja Proyek Perkasa Rp 322,6 miliar, pengembangan usaha dan modal kerja Proyek FTB Rp 138,3 miliar dan sisanya untuk penambahan aset batubara serta modal kerja lainnya.
Grup Bayan merupakan produsen batubara terbesar kedelapan di Indonesia dan pada tahun 2007 produksi batubaranya mencapai 4,7 juta ton. Kinerja perseroan tahun 2007 mencatat pendapatan Rp 3,451 triliun dan laba bersih Rp 252,7 miliar.
Pemegang saham perseroan setelah IPO adalah Dato' Low Tuck Kwong 56,3%, Jenny Quantero 11,3%, Engki Wibowo 7,5% dan publik 25%
Bayan Resources merupakan emiten saham ke-16 di BEI tahun 2008. Sebelumnya, sudah ada 15 emiten saham baru yang listing yaitu PT Bank Ekonomi Raharja Tbk, PT Bekasi Asri Pemula Tbk, PT Triwira Insanlestari Tbk, PT Elnusa Tbk, PT Yanaprima Hastapersada, PT BTPN Tbk dan PT Kokoh Inti Arebama, PT Gozco Plantation Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Verena Oto Finance Tbk (VRNA), PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES), PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Mandarine Hotel Regency Tbk (HOME).
(ir/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
