detikfinance

Enel Italia Kuasai 10% Saham Bayan Resources

Indro Bagus SU - detikfinance
Selasa, 12/08/2008 17:29 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Perusahaan energi nomor 3 asal Italia, Enel SpA membeli 10% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dalam penawaran perdana. Nilai pembelian ditaksir mencapai US$ 210 juta.

"Ya kira-kira segitu nilai pembelian Enel Spa di Bayan," ujar Corporate Secretary BYAN, Jenny Quantero saat dihubungi detikFinance, Selasa (12/8/2008).

Dalam penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) yang telah dilangsungkan 6-8 Agustus lalu, BYAN melepas 25% sahamnya ke publik. Total saham yang dilepas mencapai 833,333 juta di harga Rp 5.800 per saham. Total dana yang diraih BYAN melalui IPO mencapai Rp 4,83 triliun.

Artinya total dana yang dikeluarkan Enel Spa sekitar Rp 1,932 triliun atau setara dengan US$ 210 juta. Dan dengan demikian dari 25% saham yang ditawarkan ke publik, 10% telah dikuasai oleh Enel SpA, sehingga publik lainnya hanya memiliki kesempatan membeli 15% saham BYAN.

Enel SpA merupakan perusahaan jasa energi peringkat 3 asal Italia. Enel memasok kebutuhan listrik di Eropa, Amerika Utara dan Amerika Latin dengan total kapasitas mencapai 50 ribu megawatt.

Enel juga merupakan distributor gas alam peringkat dua di Italia dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 12%.

Meski Jenny belum mau mengungkapkan kaitan antara masuknya Enel dengan kinerja BYAN ke depannya, namun kabarnya investasi tersebut terkait dengan rencana Enel masuk ke penyediaan energi berbahan bakar batubara.

Sementara dalam pencatatan saham perdana di BEI hari ini saham Bayan ikut terkena getah pelemahan terdalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham Bayan turun Rp 350 menjadi Rp 5.450 per saham.

(dro/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.