IMF Ingatkan RI Soal Risiko Penurunan Harga Komoditas
Rabu, 13/08/2008 10:57 WIB
Komoditas Sawit (Foto: Chaidir/detikcom)
Washington DC - IMF memberikan acungan jempol untuk perekonomian Indonesia yang tetap tangguh selama semester I-2008, di tengah kondisi perekonomian global yang sedang amburadul.
Namun IMF memberikan peringatan tentang risiko penurunan harga komoditas dan juga kondisi perekonomian dunia yang masih belum memberikan dukungan bagi perekonomian Indonesia.
Demikian penilaian Dewan Eksekutif IMF dalam Artikel IV tentang Indonesia seperti dikutip detikFinance dari situsnya, Rabu (13/8/2008).
Dalam penilaiannya, IMF menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2007 mencapai 6,3% atau merupakan yang tertinggi dalam 1 dekade terakhir. Pertumbuhan ekonomi RI ini didukung oleh permintaan domestik dan juga meningkatnya konsumsi swasta dan investasi termasuk melonjaknya investasi asing.
Sementara pertumbuhan ekspor tetap kuat didukung oleh kuatnya permintaan atas komoditas-komoditas dari Indonesia.
Momentum pertumbuhan terus berlanjut hingga kuartal I-2008. Hasilnya, tingkat kemiskinan dan pengangguran turun cukup signifikan, meski angkanya dinilai masih cukup tinggi yakni masing-masing 15,4% dan 8,5%.
"Direktur Eksekutif IMF menyambut baik ketangguhan ekonomi Indonesia melawan perlambatan ekonomi dunia dan gejolak di pasar finansial berkat fundamental makro ekonomi yang kuat dan sistem perbankan yang didukung likuiditas tinggi dan permodalan yang cukup," demikian penilaian dari IMF.
Meningkatnya permintaan domestik dan tumbuhnya ekspor yang didukung oleh tingginya harga komoditas dinilai IMF telah memberikan kontribusi atas baiknya performa ekonomi Indonesia.
"Namun risiko penurunan adalah berhubungan dengan lingkungan eksternal yang kurang nyaman, dan kemungkinan penurunan harga komoditas," imbuh IMF.
Kenaikan Suku Bunga
IMF juga mengingatkan tentang tingginya inflasi akibat naiknya harga pangan dan bahan bakar serta kuatnya permintaan domestik. IMF menyambut baik keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga dan mempertimbangkan penerapan kebijakan moneter ketat.
"Dewan Direktur IMF menyarankan otoritas bersangkutan untuk terus memperkuat inflation targeting framework, melalui komunikasi yang efektif, publikasi proyeksi IMF dan komitmen yang kuat atas target jangke menengah," jelas IMF.
IMF juga menyatakan sepakat dengan keputusan BI yang mengalihkan target operasi moneter ke suku bunga overnight.
(qom/ir)
Namun IMF memberikan peringatan tentang risiko penurunan harga komoditas dan juga kondisi perekonomian dunia yang masih belum memberikan dukungan bagi perekonomian Indonesia.
Demikian penilaian Dewan Eksekutif IMF dalam Artikel IV tentang Indonesia seperti dikutip detikFinance dari situsnya, Rabu (13/8/2008).
Dalam penilaiannya, IMF menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2007 mencapai 6,3% atau merupakan yang tertinggi dalam 1 dekade terakhir. Pertumbuhan ekonomi RI ini didukung oleh permintaan domestik dan juga meningkatnya konsumsi swasta dan investasi termasuk melonjaknya investasi asing.
Sementara pertumbuhan ekspor tetap kuat didukung oleh kuatnya permintaan atas komoditas-komoditas dari Indonesia.
Momentum pertumbuhan terus berlanjut hingga kuartal I-2008. Hasilnya, tingkat kemiskinan dan pengangguran turun cukup signifikan, meski angkanya dinilai masih cukup tinggi yakni masing-masing 15,4% dan 8,5%.
"Direktur Eksekutif IMF menyambut baik ketangguhan ekonomi Indonesia melawan perlambatan ekonomi dunia dan gejolak di pasar finansial berkat fundamental makro ekonomi yang kuat dan sistem perbankan yang didukung likuiditas tinggi dan permodalan yang cukup," demikian penilaian dari IMF.
Meningkatnya permintaan domestik dan tumbuhnya ekspor yang didukung oleh tingginya harga komoditas dinilai IMF telah memberikan kontribusi atas baiknya performa ekonomi Indonesia.
"Namun risiko penurunan adalah berhubungan dengan lingkungan eksternal yang kurang nyaman, dan kemungkinan penurunan harga komoditas," imbuh IMF.
Kenaikan Suku Bunga
IMF juga mengingatkan tentang tingginya inflasi akibat naiknya harga pangan dan bahan bakar serta kuatnya permintaan domestik. IMF menyambut baik keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga dan mempertimbangkan penerapan kebijakan moneter ketat.
"Dewan Direktur IMF menyarankan otoritas bersangkutan untuk terus memperkuat inflation targeting framework, melalui komunikasi yang efektif, publikasi proyeksi IMF dan komitmen yang kuat atas target jangke menengah," jelas IMF.
IMF juga menyatakan sepakat dengan keputusan BI yang mengalihkan target operasi moneter ke suku bunga overnight.
(qom/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
