IMF Sarankan RI Pakai Harga BBM Sesuai Mekanisme Pasar
Rabu, 13/08/2008 12:13 WIB
Foto: Gede Suardana/detikcom
Washington - IMF menyarankan Indonesia untuk menerapkan harga BBM sesuai mekanisme pasar. Jika harga minyak tinggi, maka harga BBM otomatis naik dan sebaliknya.
Saran itu disampaikan Dewan Eksekutif IMF dalam Artikel IV tentang Indonesia seperti dikutip detikFinance dari situsnya, Rabu (13/8/2008).
Dewan Eksekutif IMF menyambut baik kinerja fiskal Indonesia yang kuat, namun tetap mengingatkan tantangan dari subsidi energi akibat tingginya harga minyak yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, meski kini sudah mulai reda.
"Ke depan, Direktur menyarankan pemerintah untuk mencoba menerapkan mekanisme penyesuaian harga BBM secara otomatis, yang akan menjadi solusi paling baik guna memberikan ruang bagi fiskal untuk pendanaan dan belanja sosial serta menjaga dari kekhawatiran tentang kesinambungan dari subsidi," demikian penilaian dari IMF.
Lebih lanjut IMF memberikan apresiasi atas kemajuan yang dibuat Indonesia dalam hal reformasi sektor keuangan publik. Namun IMF masih mencermati perkembangan dari reformasi sistem perpajakan dan administrasi yang hingga kini masih tertunda.
"Untuk meningkatkan transparansi fiskal ke depannya, pemerintah harus mempertimbangkan untuk berpartisipasi dalam 'Extractive Industries Transparency Initiative," jelas IMF dalam artikelnya tentang Indonesia itu.
Dalam penilaiannya terhadap sistem perbankan Indonesia, IMF melihat kondisinya masih cukup kuat menahan guncangan makro ekonomi dan risiko mata uang. IMF sepakat bahwa pertumbuhan kredit yang sangat cepat memerlukan monitoring yang lebih ketat dan aturan yang lebih hati-hati sesuai dengan standard internasional.
"IMF mendukung rancana transisi bertahap menuju Basel II dan menyambut bagi review Jaring Pengaman Keuangan," tambah Dewan IMF.
(qom/ir)
Saran itu disampaikan Dewan Eksekutif IMF dalam Artikel IV tentang Indonesia seperti dikutip detikFinance dari situsnya, Rabu (13/8/2008).
Dewan Eksekutif IMF menyambut baik kinerja fiskal Indonesia yang kuat, namun tetap mengingatkan tantangan dari subsidi energi akibat tingginya harga minyak yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, meski kini sudah mulai reda.
"Ke depan, Direktur menyarankan pemerintah untuk mencoba menerapkan mekanisme penyesuaian harga BBM secara otomatis, yang akan menjadi solusi paling baik guna memberikan ruang bagi fiskal untuk pendanaan dan belanja sosial serta menjaga dari kekhawatiran tentang kesinambungan dari subsidi," demikian penilaian dari IMF.
Lebih lanjut IMF memberikan apresiasi atas kemajuan yang dibuat Indonesia dalam hal reformasi sektor keuangan publik. Namun IMF masih mencermati perkembangan dari reformasi sistem perpajakan dan administrasi yang hingga kini masih tertunda.
"Untuk meningkatkan transparansi fiskal ke depannya, pemerintah harus mempertimbangkan untuk berpartisipasi dalam 'Extractive Industries Transparency Initiative," jelas IMF dalam artikelnya tentang Indonesia itu.
Dalam penilaiannya terhadap sistem perbankan Indonesia, IMF melihat kondisinya masih cukup kuat menahan guncangan makro ekonomi dan risiko mata uang. IMF sepakat bahwa pertumbuhan kredit yang sangat cepat memerlukan monitoring yang lebih ketat dan aturan yang lebih hati-hati sesuai dengan standard internasional.
"IMF mendukung rancana transisi bertahap menuju Basel II dan menyambut bagi review Jaring Pengaman Keuangan," tambah Dewan IMF.
(qom/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:38 WIB
Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 695 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
