detikfinance

Sesi Siang

IHSG dan Rupiah di Zona Negatif

Irna Gustia - detikfinance
Jumat, 15/08/2008 11:41 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Penyampaian nota keuangan negara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum bisa menggerakkan pasar pada sesi siang ini. Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona negatif.

Pelaku pasar sibuk mengamankan portofolionya menjelang libur panjang 18 Agustus 2008 yang merupakan libur nasional hari kemerdekaan.

Alhasil, pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (15/8/2008) IHSG merosot hingga 22,900 poin (1,09%) menjadi 2.083,742. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 11.30 WIB turun 9 poin ke level 9.185 per dolar AS.

Perdagangan saham sesi siang di Bursa fek Indonesia mencatat transaksi sebanyak 20.249 kali, dengan volume 2,078 miliar unit saham, senilai Rp 1,887 triliun. Sebanyak 32 saham naik, 101 saham turun dan 48 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 350 menjadi Rp 5.050, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 850 menjadi Rp 16.850, PP London Sumatra (LSIP) turun Rp 500 menjadi Rp 5.950, Timah (TINS) turun Rp 100 menjadi Rp 2.300 dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 75 menjadi Rp 2.275.     


(ir/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.