detikfinance

Pemerintah Siapkan 5 Kluster Industri Minyak Atsiri

Suhendra - detikfinance
Jumat, 15/08/2008 18:19 WIB
Jakarta - Departemen Perindustrian dan Dewan Atsiri Indonesia mempersiapkan 5 wilayah kluster industri minyak atsiri (minyak aroma). Upaya ini ditempuh untuk meningkatkan produksi minyak atsiri dari sektor hulu dan hilir.

Pengembangan industri atsiri tertuang dalam  program cultiva, porgram  ini merupakan upaya untuk mengintegrasikan seluruh pelaku industri minyak atsiri dalam rantai nilai produksi dalam mekanisme pasar minyak atsiri.

"Sistem pemasaran minyak atsiri harus dibangun, saat ini sistem pemasaran kurang efisien karena pemainnya IKM yang berbahan baku alam sehingga sering kekurangan  stok," kata Ketua Umum Dewan Atsiri Indonesia Wien P. Gunawan dalam acara konferensi pers di Gedung Departemen Perindustrian Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (15/8/2008)

Pilot project cultiva akan dimulai pada akhir  tahun 2008 yaitu berlokasi Pakpak Bharat, Aceh Selatan, Pasaman Barat, Kuningan dan Blitar khusus untuk komoditi nilam.

Dirjen Industri Kecil Menengah Departemen Perindustrian Fauzi Aziz mengatakan, selain mengembangkan struktur industri yang baik, pemerintah akan mencoba mempertimbangkan penerapan Harga Pokok Penjualan produk atsiri untuk menjamin kepastian harga dan stabilitas harga produk atsiri.

Sedangkan dari sisi kualitas,  produk minyak atsiri akan disusun standar standar nasional Indonesia (SNI) terkait   warna produk, kejernihan, kekentalan, berat jenis, kadar alkohol, aroma, zat tambahan diluar dari bahan-bahan alami.

Minyak atsiri merupakan komoditas ekspor Indonesia yang potensial untuk dikembangkan, di Indonesia terdapat 40 jenis yang diperdagangkan dunia, 12 jenis telah diekspor ke pasar.

Produk minyak atsiri Indonesia untuk minyak nilam 800 ton per tahun, minyak kenanga 25 ton, akar wangi 30 ton, serai wangi 500 ton, pala 350 ton, sengkeh 2500 ton. Negara tujuan ekspor minyak atsiri Indonesia meliputi Eropa, AS, Australia, Afrika, Kanada dan negara-negara ASEAN.

Selama ini ekspor  produk minyak atsiri Indonesia masih dalam bentuk setengah jadi. Pada tahun 2007 nilai ekspor minyak atsiri kasar sebesar US$ 100 juta sedangkan untuk produk turunannya mencapai  mencapai US$ 286,4 juta untuk produk parfum, kosmetik, toiletries. Untuk ekspor produk turunan atsiri, Indonesia cukup tinggi mencapai US$ 435,5 juta.

(hen/qom)

Share:
Baca Juga

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.