Ada Apa di Balik Penurunan Saham BNBR di Bumi Resources?
Rabu, 20/08/2008 10:46 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Kepemilikan saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menurun drastis dari 15,55% menjadi 7,44%, berdasarkan laporan Biro Administrasi Efek (BAE) PT Ficomindo Buana Registrar.
Yang terbaru penurunan kepemilikan saham BNBR di BUMI berpindah tangan ke PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Bank Danamon yang sebagai bank kustodian memiliki 7,99%. BNBR yang semula punya 3,018 miliar saham kini tinggal 1,443 miliar saham. Sedangkan Bank Danamon kini memiliki 1,550 miliar saham.
Penurunan jumlah saham BNBR di Bumi tersebut kini menjadi sorotan pelaku pasar dilantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/8/2008).
Panin Sekuritas dalam laporannya mempertanyakan benarkah ada transaksi repo (repurchase agreement) antara pemegang saham Bumi dan pemberi pinjaman, dalam perpindaham saham BNBR itu ke Bank Danamon. Repo merupakan suatu perjanjian untuk membeli efek pada waktu dan harga tertentu.
Panin mengatakan, berita repo itu hanya menyebutkan tentang kemungkinan Repo 7,99% saham BUMI milik BNBR senilai Rp 7,67 triliun (perkiraan). Tapi masalahnya bukan ini. Tapi, pada mulanya BNBR setelah rights issue memiliki 35% saham BUMI. Direktur Keuangan BNBR, Juanita Rohali, juga menyatakan kepemilikan BNBR di BUMI sebesar 35%. Tapi Ficomindo (BAE) per 8 Agustus hanya mencatat kepemilikan BNBR sebesar 6,75% saja di BUMI.
"Kami juga punya kopi kepemilikan per 25 Juli yang mencatat 15,53% (data dari Ficomindo). Sebelumnya, kami sulit menemukan jawaban kenapa demikian. Dari berita hari ini, kami lihat ini kemungkinan akibat Repo. Artinya kemungkinan besar Repo sebanyak 35% - 6,75% = 28,25% atau 5,48 miliar saham BUMI. Pada harga Rp 5.000 nilainya Rp 27,4 triliun," jelas Panin Sekuritas.
Peraturan bursa menyebutkan peminjaman yang material harus meminta persetujuan RUPSLB. Panin Sekuritas menuliskan tidak tahu apakah hal ini akan dilakukan Bumi. Pertanyaannya, uang sebesar ini untuk apa?BNBR lanjut Panin Sekuritas, memang punya sejumlah proyek besar. Bila untuk ini jelas tidak cocok, karena Repo berbunga tinggi dan bukan untuk jangka panjang. Akhirnya, yang terbesar adalah masalah kejujuran dan kehati-hatian.
Dengan skala sebesar Rp 27 triliun atau pun Rp 7,67 triliun berita ini bukan hanya berita BNBR dan BUMI. Tapi berita tentang saham Grup Bakrie. Pengamatan Panin Sekuritas sumbangan grup Bakrie di bursa lebih dari 30% transaksi harian di BEI. Artinya kejatuhan sentimen Grup Bakrie adalah kejatuhan sentimen bursa.
"Kini kejelasan tentang masalah Repo Bumi menjadi hal yang penting," tulis Panin Sekuritas.
(ir/qom)
Yang terbaru penurunan kepemilikan saham BNBR di BUMI berpindah tangan ke PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Bank Danamon yang sebagai bank kustodian memiliki 7,99%. BNBR yang semula punya 3,018 miliar saham kini tinggal 1,443 miliar saham. Sedangkan Bank Danamon kini memiliki 1,550 miliar saham.
Penurunan jumlah saham BNBR di Bumi tersebut kini menjadi sorotan pelaku pasar dilantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/8/2008).
Panin Sekuritas dalam laporannya mempertanyakan benarkah ada transaksi repo (repurchase agreement) antara pemegang saham Bumi dan pemberi pinjaman, dalam perpindaham saham BNBR itu ke Bank Danamon. Repo merupakan suatu perjanjian untuk membeli efek pada waktu dan harga tertentu.
Panin mengatakan, berita repo itu hanya menyebutkan tentang kemungkinan Repo 7,99% saham BUMI milik BNBR senilai Rp 7,67 triliun (perkiraan). Tapi masalahnya bukan ini. Tapi, pada mulanya BNBR setelah rights issue memiliki 35% saham BUMI. Direktur Keuangan BNBR, Juanita Rohali, juga menyatakan kepemilikan BNBR di BUMI sebesar 35%. Tapi Ficomindo (BAE) per 8 Agustus hanya mencatat kepemilikan BNBR sebesar 6,75% saja di BUMI.
"Kami juga punya kopi kepemilikan per 25 Juli yang mencatat 15,53% (data dari Ficomindo). Sebelumnya, kami sulit menemukan jawaban kenapa demikian. Dari berita hari ini, kami lihat ini kemungkinan akibat Repo. Artinya kemungkinan besar Repo sebanyak 35% - 6,75% = 28,25% atau 5,48 miliar saham BUMI. Pada harga Rp 5.000 nilainya Rp 27,4 triliun," jelas Panin Sekuritas.
Peraturan bursa menyebutkan peminjaman yang material harus meminta persetujuan RUPSLB. Panin Sekuritas menuliskan tidak tahu apakah hal ini akan dilakukan Bumi. Pertanyaannya, uang sebesar ini untuk apa?BNBR lanjut Panin Sekuritas, memang punya sejumlah proyek besar. Bila untuk ini jelas tidak cocok, karena Repo berbunga tinggi dan bukan untuk jangka panjang. Akhirnya, yang terbesar adalah masalah kejujuran dan kehati-hatian.
Dengan skala sebesar Rp 27 triliun atau pun Rp 7,67 triliun berita ini bukan hanya berita BNBR dan BUMI. Tapi berita tentang saham Grup Bakrie. Pengamatan Panin Sekuritas sumbangan grup Bakrie di bursa lebih dari 30% transaksi harian di BEI. Artinya kejatuhan sentimen Grup Bakrie adalah kejatuhan sentimen bursa.
"Kini kejelasan tentang masalah Repo Bumi menjadi hal yang penting," tulis Panin Sekuritas.
(ir/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:38 WIB
Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 695 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
