detikfinance

Lippo Karawaci Berambisi Jadi Pemain Properti Terbesar

Irna Gustia - detikfinance
Rabu, 20/08/2008 16:50 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LK), salah satu perusahaan dalam grup Lippo menargetkan peningkatan nilai perusahaannya dari US$ 2 miliar menjadi US$ 10 miliar dalam lima tahun ke depan.

Untuk mencapai ambisi itu, LK akan memfokuskan pada enam sektor utama: mixed-use development dalam skala besar yang terintegrasi, jaringan retail mall, urban development (township), healthcare, hotel dan fund management.

"LK telah meningkatkan nilai kapitalisasi pasar selama tiga tahun terakhir ini dan kami memiliki kesempatan untuk mengulang kembali keberhasilan ini dalam tiga sampai lima tahun mendatang," kata Presiden Direktur LK, Eddy Handoko dalam siaran pers, Rabu (20/8/2008).

Kinerja perusahaan per 30 Juni 2008, mencatat pendapatan Rp 1,218 triliun atau meningkat 21% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,010 triliun. Adapun laba bersih mencapai Rp 204 miliar atau meningkat 4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 196 miliar.

Total pendapatan tersebut diperoleh dari 3 pilar utama perseroan, yaitu: pertama, dari divisi Housing & Land Development yang memberikan kontribusi sebesar Rp 592 miliar atau meningkat 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 481 miliar.

Yang kedua adalah divisi Healthcare yang memberikan kontribusi sebesar Rp 356 miliar atau meningkat 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 320 miliar.

Pilar ketiga adalah divisi Infrastructure & Hospitality yang menghasilkan kontribusi sebanyak Rp 270 miliar atau meningkat 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 209 miliar

Rencana 5 Tahunan


Melanjutkan keberhasilan dalam mengembangkan proyek Kemang Village senilai US$ 1,1 miliar serta peluncuran proyek St. Moritz di Jakarta Barat senilai US$1,2 miliar, LK sedang mencari kesempatan mengakuisi lahan yang luas di lokasi strategis Jakarta untuk mengembangkan proyek-proyek dalam skala besar yang mencakup perumahan mewah, gedung perkantoran, mall sewa, sekolah, rumah sakit dan fasilitas hiburan.

"Proyek Kemang Village dan St. Moritz ditargetkan selesai dalam lima sampai tujuh tahun mendatang. Lippo Karawaci menargetkan untuk mengembangkan satu atau dua proyek sejenis setiap tahun,"” kata Eddy Handoko

Dengan memiliki landbank terluas di Indonesia, yaitu lebih dari 1.600 ha, memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan urban development (township) yang luas di seluruh Indonesia dengan membangun Lippo Karawaci di barat Jakarta dan Lippo Cikarang di Jakarta Timur. Saat ini sedang dikembangkan proyek Tanjung Bunga yang akan mengubah pasar properti Makassar dan menangkap pertumbuhan yang potensial di timur Indonesia.

Setelah sukses meluncurkan Real Estate Investment Trust (REIT) di Singapura, saat ini Lippo Karawaci memiliki dua REITs dengan nilai pengelolaan aset sekitar US$ 900 juta.

Dalam rencana lima tahun ke depan, aset yang dikelola ditargetkan akan meningkat menjadi US$ 5 miliar, yang akan akan menjadikan LK sebagai fund manager regional dan grup properti yang dominan di Indonesia.

(ir/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.