NAD, Papua dan Papua Barat Dapat Rp 8,3 Triliun
Jumat, 22/08/2008 11:35 WIB
Foto: Setpres
Jakarta - Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Papua dan Papua Barat akan mendapat dana otonomi khusus sebesar Rp 8,3 triliun. Angka ini naik empat kali lipat dibandingkan dana otonomi khusus yang dialokasikan pemerintah pada 2004.
Demikian disampaikan Presiden SBY dalam Sidang Paripurna DPD di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (22/8/2008).
"Dana otonomi khusus untuk Aceh, Papua dan Papua Barat direncanakan sebesar Rp 8,3 triliun yang berarti naik 4 kali lipat dari 2004," ujarnya.
Dengan adanya dana otonomi khusus yang lebih besar ini, diharapkan ketiga daerah tersebut bisa melepaskan diri dari ketertinggalannya terutama dalam bidang pelayanan kesehatan dan infrastruktur.
"Namun saya juga minta dilaksanakan pengawasan yang lebih efektif dalam penggunaan dan otonomi tersebut," tambahnya.
SBY juga menuturkan, untuk mendukung pelaksanaan desentralisasi fiskal, pemerintah berencana mengalokasi dana transfer ke daerah pada 2009 sebesar Rp 303,9 triliun. Angka ini naik sebesar 134,3% dari 2004 yang mencapai Rp 174,2 triliun.
"Anggaran tersebut direncanakan dalam bentuk dana bagi hasil Rp 89,9 triliun atau naik sebesar 144,9% dari 2004. Dana alokasi umum Rp 183,4 triliun atau naik sebesar 123,3% dari 2004. Dana alokasi khusus Rp 22,3 triliun atau naik 4,5 kali lipat dari 2004. Jumlah keseluruhan dana tersebut akan sangat bermanfaat bagi daerah sebagai stimulus fiskal bagi perekonomian di daerah, " ujarnya.
(lih/qom)
Demikian disampaikan Presiden SBY dalam Sidang Paripurna DPD di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (22/8/2008).
"Dana otonomi khusus untuk Aceh, Papua dan Papua Barat direncanakan sebesar Rp 8,3 triliun yang berarti naik 4 kali lipat dari 2004," ujarnya.
Dengan adanya dana otonomi khusus yang lebih besar ini, diharapkan ketiga daerah tersebut bisa melepaskan diri dari ketertinggalannya terutama dalam bidang pelayanan kesehatan dan infrastruktur.
"Namun saya juga minta dilaksanakan pengawasan yang lebih efektif dalam penggunaan dan otonomi tersebut," tambahnya.
SBY juga menuturkan, untuk mendukung pelaksanaan desentralisasi fiskal, pemerintah berencana mengalokasi dana transfer ke daerah pada 2009 sebesar Rp 303,9 triliun. Angka ini naik sebesar 134,3% dari 2004 yang mencapai Rp 174,2 triliun.
"Anggaran tersebut direncanakan dalam bentuk dana bagi hasil Rp 89,9 triliun atau naik sebesar 144,9% dari 2004. Dana alokasi umum Rp 183,4 triliun atau naik sebesar 123,3% dari 2004. Dana alokasi khusus Rp 22,3 triliun atau naik 4,5 kali lipat dari 2004. Jumlah keseluruhan dana tersebut akan sangat bermanfaat bagi daerah sebagai stimulus fiskal bagi perekonomian di daerah, " ujarnya.
(lih/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:38 WIB
Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 695 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
