Pemerintah Nunggak Dana Konversi ke Pertamina Rp 1,7 Triliun
Jumat, 22/08/2008 18:05 WIB
Foto: Alih-detikFinance
Jakarta - Pemerintah ternyata belum pernah mengganti biaya program konversi ke Pertamina sejak program ini diluncurkan pada Mei 2007. Tunggakan biaya program konversi tersebut mencapai Rp 1,7 triliun.
VP Komunikasi Pertamina Wisnuntoro menjelaskan, tunggakan pemerintah ini berdampak pada aktivitas pemesanan tabung elpijij 3 kg ke produsen.
"Antara lain karena disini (Pertamina) belum cair. Kami belum pernah diganti sejak awal, Mei 2007. Nilainya sekitar Rp 1,7 triliun," katanya ketika dihubungi detikFinance, Jumat (22/8/2008).
Seperti diberitakan sebelumnya, 17 produsen tabung elpiji 3 kg berhenti produksi. Direktur Logam Ditjen Industri Logam Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) I Putu Suryawirawan menduga produsen berhenti produksi karena repeat order (RO) atau pemesanan rutin dari Pertamina belum keluar. Dengan begitu, produsen tidak bisa memesan bahan baku baja ke Krakatau Steel.
Menanggapi ini, Pertamina meminta Krakatau Steel agar mau memberi kelonggaran bagi para produsen tabung itu. Kelonggaran yang diminta antara lain memberikan piutang bagi para produsen dan tetap memberikan bahan baku meskipun produsen hanya bermodalkan surat jaminan dari Pertamina.
"Kami menghimbau agar KS, yang sesama BUMN, agar lebih longgar. Tentang pembayaran, mungkin KS bisa dikasih piutang dulu sebulan atau beberapa waktu. Atau pakai surat jaminan dari Pertamina," katanya.
Ia menegaskan, program konversi ini merupakan program nasional yang jelas memiliki kepastian. Sehingga KS ataupun produsen seharusnya tidak perlu merasa takut tidak dibayar. Terkait tunggakan pemerintah ke Pertamina yang hingga kini belum dibayar, Wisnuntoro menyatakan pembayaran bisa dilakukan dengan mekanisme offset (pertukaran) dengan kewajiban Pertamina ke pemerintah.
Sedangkan terkait tunggakan Pertamina ke produsen tabung dalam negeri sebesar Rp 300 miliar, Wisnuntoro menyatakan pihaknya sudah menyelesaikan hal tersebut minggu lalu.
(lih/ddn)
VP Komunikasi Pertamina Wisnuntoro menjelaskan, tunggakan pemerintah ini berdampak pada aktivitas pemesanan tabung elpijij 3 kg ke produsen.
"Antara lain karena disini (Pertamina) belum cair. Kami belum pernah diganti sejak awal, Mei 2007. Nilainya sekitar Rp 1,7 triliun," katanya ketika dihubungi detikFinance, Jumat (22/8/2008).
Seperti diberitakan sebelumnya, 17 produsen tabung elpiji 3 kg berhenti produksi. Direktur Logam Ditjen Industri Logam Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) I Putu Suryawirawan menduga produsen berhenti produksi karena repeat order (RO) atau pemesanan rutin dari Pertamina belum keluar. Dengan begitu, produsen tidak bisa memesan bahan baku baja ke Krakatau Steel.
Menanggapi ini, Pertamina meminta Krakatau Steel agar mau memberi kelonggaran bagi para produsen tabung itu. Kelonggaran yang diminta antara lain memberikan piutang bagi para produsen dan tetap memberikan bahan baku meskipun produsen hanya bermodalkan surat jaminan dari Pertamina.
"Kami menghimbau agar KS, yang sesama BUMN, agar lebih longgar. Tentang pembayaran, mungkin KS bisa dikasih piutang dulu sebulan atau beberapa waktu. Atau pakai surat jaminan dari Pertamina," katanya.
Ia menegaskan, program konversi ini merupakan program nasional yang jelas memiliki kepastian. Sehingga KS ataupun produsen seharusnya tidak perlu merasa takut tidak dibayar. Terkait tunggakan pemerintah ke Pertamina yang hingga kini belum dibayar, Wisnuntoro menyatakan pembayaran bisa dilakukan dengan mekanisme offset (pertukaran) dengan kewajiban Pertamina ke pemerintah.
Sedangkan terkait tunggakan Pertamina ke produsen tabung dalam negeri sebesar Rp 300 miliar, Wisnuntoro menyatakan pihaknya sudah menyelesaikan hal tersebut minggu lalu.
(lih/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:38 WIB
Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 695 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
