Margin Distribusi BBM Turun Lagi
Kamis, 28/08/2008 13:10 WIB
Evita Legowo (Foto:Alih)
Jakarta - Alpha untuk distribusi BBM subsidi pada 2009 ditentukan sebesar 8,36%. Angka ini turun dari alpha 2008 yang sebesar 9%.
Demikian disampaikan Dirjen Migas Evita Legowo dalam RDP dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2008). "Alpha BBM tertentu 2009 sebesar 8,36%," ujarnya.
Alpha merupakan margin untuk badan usaha yang mendistribusikan BBM subsidi. Selama ini, Pertamina ditunjuk pemerintah untuk mendistribusikan BBM subsidi ke seluruh Indonesia, sehingga margin tersebut jatuh ke tangan Pertamina.
Sebelumnya Dirut Pertamina Ari Soemarno kerap menyatakan keberatan jika margin (alpha) BBM subsidi diturunkan dari 9%.
"Kami diminta menyediakan BBM ke seluruh Indonesia secara reliable. Tapi itu kan butuh ongkos, kalau alphanya diturunkan terus, Pertamina dapat apa?" ujarnya beberapa waktu lalu.
Penunjukkan badan usaha yang mendistribusikan BBM subsidi dilakukan dengan mekanisme lelang. Tubagus Haryono menyatakan, BPH Migas sudah mengundang 28 badan usaha untuk mengikuti lelang distribusi BBM subsidi 2009.
Kuota BBM subsidi yang dialokasi pemerintah untuk 2009 sebanyak 36,854 juta kiloliter. Jumlah ini terdiri dari premium 19,444 juta kiloliter, minyak tanah 5,804 juta kiloliter, dan solar 11,605 juta kiloliter.
(lih/ddn)
Demikian disampaikan Dirjen Migas Evita Legowo dalam RDP dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2008). "Alpha BBM tertentu 2009 sebesar 8,36%," ujarnya.
Alpha merupakan margin untuk badan usaha yang mendistribusikan BBM subsidi. Selama ini, Pertamina ditunjuk pemerintah untuk mendistribusikan BBM subsidi ke seluruh Indonesia, sehingga margin tersebut jatuh ke tangan Pertamina.
Sebelumnya Dirut Pertamina Ari Soemarno kerap menyatakan keberatan jika margin (alpha) BBM subsidi diturunkan dari 9%.
"Kami diminta menyediakan BBM ke seluruh Indonesia secara reliable. Tapi itu kan butuh ongkos, kalau alphanya diturunkan terus, Pertamina dapat apa?" ujarnya beberapa waktu lalu.
Penunjukkan badan usaha yang mendistribusikan BBM subsidi dilakukan dengan mekanisme lelang. Tubagus Haryono menyatakan, BPH Migas sudah mengundang 28 badan usaha untuk mengikuti lelang distribusi BBM subsidi 2009.
Kuota BBM subsidi yang dialokasi pemerintah untuk 2009 sebanyak 36,854 juta kiloliter. Jumlah ini terdiri dari premium 19,444 juta kiloliter, minyak tanah 5,804 juta kiloliter, dan solar 11,605 juta kiloliter.
(lih/ddn)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:38 WIB
Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 695 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
