PLN Utang BBM Rp 40 Triliun ke Pertamina
Kamis, 28/08/2008 14:25 WIB
Foto: Alih-detikFinance
Jakarta - Utang pembayaran BBM PT PLN (persero) ke Pertamina hingga hari ini mencapai Rp 40 triliun. Pertamina meminta PLN mengeluarkan Letter of Credit (L/C)sebagai jaminan pembayaran.
Demikian disampaikan Direktur Keuangan Pertamina Frederick Siahaan usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2008).
"Iya, utang PLN banyak nih, Rp 40 triliun. Akumulasi dari 2006 sampai hari ini," katanya.
Dari jumlah tersebut, menurut Frederick baru Rp 5 triliun yang diselesaikan melalui penerbitan surat utang. Sisanya masih menggantung.
Padahal menurut Frederick permintaan BBM PLN untuk pembangkit sudah melebihi kuota yang ditentukan.
Untuk itu, Pertamina meminta PLN mengeluarkan L/C sebagai jaminan PLN akan membayar. Jika tidak, maka Pertamina meminta pemerintah menjamin pembayaran PLN.
"Mungkin PLN harus mengeluarkan L/C, kecuali kalau pemerintah mau menjamin bayar. Kalau L/C kan mereka pasti bayar," ujarnya.
Pertamina menginginkan perlakuan yang setara dengan pemasok batubara dan supplier BBM PLN lainnya.
"Kita sudah tagih, saya cuma mau kita fair treatment aja. Kalau sama batubara dan supplier lain dia bayar, kenapa kita enggak," ujarnya.
Sementara untuk utang Garuda, saat ini Pertamina dan Garuda tengah dalam proses untuk restrukturisasi. Nilai utang yang akan direstrukturisasi mencapai US$ 76 juta tanpa bunga.
(lih/ddn)
Demikian disampaikan Direktur Keuangan Pertamina Frederick Siahaan usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2008).
"Iya, utang PLN banyak nih, Rp 40 triliun. Akumulasi dari 2006 sampai hari ini," katanya.
Dari jumlah tersebut, menurut Frederick baru Rp 5 triliun yang diselesaikan melalui penerbitan surat utang. Sisanya masih menggantung.
Padahal menurut Frederick permintaan BBM PLN untuk pembangkit sudah melebihi kuota yang ditentukan.
Untuk itu, Pertamina meminta PLN mengeluarkan L/C sebagai jaminan PLN akan membayar. Jika tidak, maka Pertamina meminta pemerintah menjamin pembayaran PLN.
"Mungkin PLN harus mengeluarkan L/C, kecuali kalau pemerintah mau menjamin bayar. Kalau L/C kan mereka pasti bayar," ujarnya.
Pertamina menginginkan perlakuan yang setara dengan pemasok batubara dan supplier BBM PLN lainnya.
"Kita sudah tagih, saya cuma mau kita fair treatment aja. Kalau sama batubara dan supplier lain dia bayar, kenapa kita enggak," ujarnya.
Sementara untuk utang Garuda, saat ini Pertamina dan Garuda tengah dalam proses untuk restrukturisasi. Nilai utang yang akan direstrukturisasi mencapai US$ 76 juta tanpa bunga.
(lih/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:38 WIB
Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 695 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
