detikfinance

Produsen Motor Jepang Tidak Khawatir Penetrasi Motor India

Suhendra - detikfinance
Jumat, 29/08/2008 13:34 WIB
Bajaj Pulsa (Foto: dok detikcom)
Subang - Produsen motor Jepang mengaku tidak khawatir terhadap serbuan produk motor India yang mulai melakukan penetrasi pasar dalam negeri beberapa tahun terakhir.

Pemain-pemain baru asal India seperti Bajaj, TVS mulai sedikit demi sedikit menunjukan posisinya sebagai produsen yang diperhitungkan meskipun secara penjualan belum terlalu besar.

"Masuknya pemain baru seperti India, belum mengkhawatirkan kita, meskipun kita tidak menganggap remeh para pendatang baru ini, secara sales pun mereka masih kecil," kata Direktur  PT Astra Honda Motor (AHM) Julius Aslan dalam acara workshop wartawan industri diselenggarakan oleh PT Astra International di Ciater, Subang, Jawa Barat, Jumat (29/8/2008).

Dikatakannya, para pendatang baru yang masuk seperti India dengan merek Bajaj dan TVS lebih mengambil segmen sport, yang menurutnya pangsa pasarnya tidak besar hanya berkisar diangka 8% dari total penjualan motor setiap tahunnya.

"Minimal kita pertahankan di segmen bawah seperti bebek, skutik, kalau ini tidak di jaga persaingan di segmen ini juga ketat, dari pada kebobolan," katanya.

Ia mencontohkan pangsa pasar bebek matik yang setiap tahunnya   makin besar, justru itu yang perlu dikawal  terus untuk dikembangkan."Kita lebih melihat apa yang dibutuhkan oleh pasar," ujarnya.

Untuk bebek konvensional, menurut Julius hingga kini masih mendominasi penjualan motor pasar domestik meski pasarnya kian perlahan digerus oleh bebek skutik.

"Tipe matik di Honda masih  dibawah 50% dari penjualan. Kita masukan teknologi  injection di segmen bebek agar bisa memberikan tenaga yang responsif, bisa menandingi  motor-motor 135 cc," katanya.

Tahun ini Honda menargetkan pangsa pasar 47% dari total penjualan domestik dengan angka 2,8 juta, bahkan tahun depan bisa ditargetkan tembus diangka 3 juta unit.

"Belum ada perluasan pabrik kapasitas kita sekarang ini  3 juta unit per tahun, kita bisa  optimalkan hingga 3,25 juta," katanya

(hen/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.