Laporan dari Frankfurt
Investasi di RI Sudah Lebih Atraktif
Jumat, 29/08/2008 20:36 WIB
Konjen Eddy: RI Atraktif (E.Santosa/detikcom)
Frankfurt - Ekonomi Indonesia on the right track, didukung situasi politik stabil satu dasawarsa terakhir. Terutama regulasi baru, UU No 25/2007, membuat Indonesia lebih atraktif dan kompetitif.
Hal itu disampaikan Konsul Jenderal RI Frankfurt, Eddy Setiabudhi, dalam sambutan Temu Bisnis bertajuk Recent Development, Prospect and Business Opportunity in Indonesia di Intercontinental Hotel, Frankfurt, Jumat (29/8/2008).
"Meskipun secara serius pernah terkena krisis ekonomi (1997-1998), namun Indonesia telah mampu pulih. Kinerja ekonomi keseluruhan pada semester pertama 2008 menunjukkan pertumbuhan melegakan pada 6,4%. Ini angka tertinggi sejak krisis," ujar Eddy.
Hadir pada temu bisnis tersebut antara lain Kepala BKPM Muhammad Lutfi sebagai pembicara utama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London, Deutsche Bank, KBRI Berlin, KJRI Hamburg, dan para CEO perusahaan Jerman.
Ditambahkan bahwa angka inflasi terkendali pada angka 6,5%, sementara realisasi investasi asing mencapai 401 proyek dan domestik 66 proyek. Lebih dari itu nilai mata uang Rupiah stabil. Sedangkan cadangan devisa berada pada capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, yakni US$60 miliar dan ini masih terus bertambah.
Menurut Eddy, angka-angka itu merupakan capaian cukup besar mengingat dunia menghadapi pengaruh krisis subprime mortgage (AS) dan harga minyak melambung.
"Lembaga-lembaga demokrasi menguat, yang mengarah pada kehidupan bernegara lebih sehat. Pada beberapa tahun terakhir upaya memerangi terorisme juga menunjukkan hasil konkrit," demikian Eddy.
Di samping itu, lanjut Eddy, Indonesia masih memiliki banyak faktor atraktif untuk dipertimbangkan dalam konteks ekonomi secara umum dan secara khusus untuk perdagangan dan investasi.
Temu bisnis ini diselenggarakan KJRI Frankfurt untuk lebih mendorong para investor Jerman menanamkan uangnya di Indonesia. Dari kelompok investor asing terbesar di Indonesia, Jerman saat ini menduduki peringkat ke-11.
(es/es)
Hal itu disampaikan Konsul Jenderal RI Frankfurt, Eddy Setiabudhi, dalam sambutan Temu Bisnis bertajuk Recent Development, Prospect and Business Opportunity in Indonesia di Intercontinental Hotel, Frankfurt, Jumat (29/8/2008).
"Meskipun secara serius pernah terkena krisis ekonomi (1997-1998), namun Indonesia telah mampu pulih. Kinerja ekonomi keseluruhan pada semester pertama 2008 menunjukkan pertumbuhan melegakan pada 6,4%. Ini angka tertinggi sejak krisis," ujar Eddy.
Hadir pada temu bisnis tersebut antara lain Kepala BKPM Muhammad Lutfi sebagai pembicara utama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London, Deutsche Bank, KBRI Berlin, KJRI Hamburg, dan para CEO perusahaan Jerman.
Ditambahkan bahwa angka inflasi terkendali pada angka 6,5%, sementara realisasi investasi asing mencapai 401 proyek dan domestik 66 proyek. Lebih dari itu nilai mata uang Rupiah stabil. Sedangkan cadangan devisa berada pada capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, yakni US$60 miliar dan ini masih terus bertambah.
Menurut Eddy, angka-angka itu merupakan capaian cukup besar mengingat dunia menghadapi pengaruh krisis subprime mortgage (AS) dan harga minyak melambung.
"Lembaga-lembaga demokrasi menguat, yang mengarah pada kehidupan bernegara lebih sehat. Pada beberapa tahun terakhir upaya memerangi terorisme juga menunjukkan hasil konkrit," demikian Eddy.
Di samping itu, lanjut Eddy, Indonesia masih memiliki banyak faktor atraktif untuk dipertimbangkan dalam konteks ekonomi secara umum dan secara khusus untuk perdagangan dan investasi.
Temu bisnis ini diselenggarakan KJRI Frankfurt untuk lebih mendorong para investor Jerman menanamkan uangnya di Indonesia. Dari kelompok investor asing terbesar di Indonesia, Jerman saat ini menduduki peringkat ke-11.
(es/es)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:38 WIB
Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 695 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
