detikfinance

Agen Penjual ORI Dikurangi

Wahyu Daniel - detikfinance
Senin, 01/09/2008 16:50 WIB
//images.detik.com/content/2008/09/01/5/ori_banner.jpg
Jakarta -Untuk mengurangi ketergantungan terhadap agen penjual, pemerintah akan mengurangi jumlah agen penjual Obligasi Ritel Indonesia (ORI) untuk penawaran ORI berikutnya.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto dalam jumpa pers di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (1/9/2008).

"Untuk ke depan mungkin agen penjual akan kita kurangi mungkin hanya beberapa bank saja. Kita akan memanfaatkan jaringan kantor Depkeu di daerah seperti kantor perbendaharaan," ujarnya.

Dengan demikian metode penjualan ORI akan lebih mengoptimalkan kantor-kantor Depkeu di daerah. "Itu yang akan kita manfaatkan, jadi metode penjualan ke depan kita akan mengurangi ketergantungan kepada agen penjual," ujarnya.

Saat ini ada 18 agen penjual ORI yakni Bank Mandiri, Trimegah Securities, BCA, Danareksa Sekuritas, Reliance Securities, BRI, BNI, Bank Danamon, Citibank N.A, Bank Permata, Bank Lippo, PT. Bank Internasional Indonesia, Pan Indonesia Bank, Bank NISP, Bank Bukopin, HSBC, Bank Niaga, dan Bank Mega.

Rahmat menuturkan agen penjual yang kemungkinan dipertahankan adalah yang penjualannya mencapai 75 persen ke atas dari target. Sementara yang di bawah 50 persen akan dievaluasi lagi

"Pemerintah tidak menunjuk agen penjual terbaik karena tidak ada agen penjual yang masuk dalam kriteria penilaian sebagai agen penjual terbaik," ujarnya.
(ddn/qom)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut