Pemerintah-Inpex Sepakat Pakai LNG Floating di Blok Masela
Senin, 01/09/2008 16:55 WIB
(Foto: BP Migas)
Jakarta - Inpex dan pemerintah akhirnya sepakat menggunakan kilang pengolahan LNG floating untuk pengembangan gas dari lapangan Masela, Laut Timor. Total investasi pengembangannya mencapai US$ 14 miliar.
Demikian disampaikan Kepala BP Migas R Priyono usai mendampingi Menteri ESDM bertemu Inpex di Gedung ESDM, Jakarta, Senin (1/9/2008).
Dalam rencana pengembangan yang diajukan Inpex sebelumnya, ada dua alternatif untuk pengembangan gas dari Masela. Yaitu membangun kilang LNG floating atau membawanya ke Darwin, Australia.
"Kita sudah menyetujui skemanya. Kita tidak mau gas itu dibawa ke Darwin. Jadinya pakai floating, dan mereka juga sepakat," ujarnya.
Menurut Priyono, jika gas dibawa ke Darwin maka akan menimbulkan kerancuan. Dimana gas yang dialirkan merupakan sumber energi dari Indonesia, sementara pipa yang berada di wilayah Australia akan dipertanyakan.
"Gasnya kan punya kita. Tapi nanti pipanya bagaimana? Sesuai PSC kan pipa harusnya milik negara. Kecuali kalau kita meminta sebagian wilayah Australia jadi milik kita, itu kan tidak mungkin juga," katanya.
Priyono menambahkan, rencana pengembangan yang menggunakan metode kilang LNG floating ini akan disetujui paling lama November. Setelahnya Inpex bisa langsung beroperasi dan diharapkan bisa berproduksi pada 2015. Kapasitas kilang LNG floating ini sebesar 4,5 juta ton per tahun.
(lih/ir)
Demikian disampaikan Kepala BP Migas R Priyono usai mendampingi Menteri ESDM bertemu Inpex di Gedung ESDM, Jakarta, Senin (1/9/2008).
Dalam rencana pengembangan yang diajukan Inpex sebelumnya, ada dua alternatif untuk pengembangan gas dari Masela. Yaitu membangun kilang LNG floating atau membawanya ke Darwin, Australia.
"Kita sudah menyetujui skemanya. Kita tidak mau gas itu dibawa ke Darwin. Jadinya pakai floating, dan mereka juga sepakat," ujarnya.
Menurut Priyono, jika gas dibawa ke Darwin maka akan menimbulkan kerancuan. Dimana gas yang dialirkan merupakan sumber energi dari Indonesia, sementara pipa yang berada di wilayah Australia akan dipertanyakan.
"Gasnya kan punya kita. Tapi nanti pipanya bagaimana? Sesuai PSC kan pipa harusnya milik negara. Kecuali kalau kita meminta sebagian wilayah Australia jadi milik kita, itu kan tidak mungkin juga," katanya.
Priyono menambahkan, rencana pengembangan yang menggunakan metode kilang LNG floating ini akan disetujui paling lama November. Setelahnya Inpex bisa langsung beroperasi dan diharapkan bisa berproduksi pada 2015. Kapasitas kilang LNG floating ini sebesar 4,5 juta ton per tahun.
(lih/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:38 WIB
Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 695 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 15:09 WIB
Lagi, Kuota BBM Subsidi 2012 Dipastikan 'Jebol'
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
