Berita Lain
-
Rabu, 23/05/2012 10:37 WIB
Eropa Krisis, Asia Timur dan Pasifik Harus Kurangi Ketergantungan Ekspor -
Rabu, 23/05/2012 09:15 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Waspadai Krisis Eropa, Hatta: Banyak Bekerja, Jangan Berpolemik -
Rabu, 23/05/2012 07:29 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Hatta: Penyatuan Zona Waktu, PNS Bakal Kerja Jam 07.00 -
Selasa, 22/05/2012 19:26 WIB
Waralaba yang Asli akan Memiliki Logo Khusus -
Selasa, 22/05/2012 19:11 WIB
Produk Impor di Rak-rak Toko Ritel akan Dibatasi -
Selasa, 22/05/2012 18:28 WIB
Agus Marto: Banyak Perusahaan Tambang Tak Benar Bayar Pajak
Indeks Berita
Rumor Saham
Private Placement , AISA Menuju Rp 800?
Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dikabarkan akan dikerek ke level Rp 800 dalam waktu dekat. Beredar kabar, perseroan akan genjot modal....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,049.000
-
Rp 2,796.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 22/05/2012 14:44 WIB
Dahlan Iskan Menegaskan Tak Akan Beri Modal ke Merpati
Posted by: kaptenDF
Selasa, 02/09/2008 17:58 WIB
Updated Laporan dari Frankfurt
Jerman Diminta Kembali Mereindustrialisasi Indonesia
Eddi Santosa - detikFinance
Lutfi One on One, Frankfurt (E.Santosa/detikcom)
Hal itu disampaikan Kepala BKPM Muhammad Lutfi seusai pertemuan one on one dengan para pebisnis Jerman pada Temu Bisnis bertajuk Recent Development, Prospect and Business Opportunity in Indonesia di Intercontinental Hotel, Frankfurt, Jumat (29/8/2008).
Temu Bisnis ini merupakan rangkaian promosi terpadu KJRI Frankfurt bekerjasama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), disusul partisipasi Indonesia untuk promosi pariwisata dan perdagangan dalam Museumsuferfest dengan dukungan penuh dari BI London.
Lutfi mengatakan, realisasi investasi Jerman di Indonesia sepanjang 1990-2007 adalah US$1,3 miliar. Indonesia berkepentingan agar Jerman bisa masuk kembali ke 3 Besar investor di Indonesia dari posisi ke-11 saat ini.
Bagi Indonesia, meningkatnya kembali investasi Jerman memiliki prospek baik dengan keunggulan teknologinya terutama di bidang telekomunikasi dan kimia. "Karena teknologinya tinggi, kita bisa memakai Jerman untuk kembali mereindustrialisasi Indonesia," tandas Lutfi.
Menurut Lutfi, Bosch yang memproduksi spare parts sudah menyatakan untuk masuk ke Indonesia. Masuknya Bosch ini sangat penting karena akan menjadi booster bagi produsen mobil-mobil Eropa untuk juga masuk ke Indonesia.
"Sebab begini, spare parts mobil Eropa hanya bisa dipakai untuk mobil Eropa dan spare parts mobil Jepang hanya bisa dipakai untuk mobil Jepang," jelas Lutfi.
Siemens dan Ecocap
Selain Bosch, Lutfi juga mengungkapkan minat Siemens untuk masuk Indonesia dengan konsentrasi pada peralatan kesehatan. Bisnis kesehatan di Indonesia cukup menjanjikan. Setiap tahun saja tercatat US$ 4 miliar devisa kesehatan Indonesia lari ke luarnegeri.
Investor Jerman lainnya yang siap menanamkan uang ke Indonesia adalah Ecocap untuk pengembangan bioenergi yang lebih menekankan pada industri ramah lingkungan. Lutfi mengaku surprised bahwa ganggang (algae, red) ternyata juga bisa diolah untuk bahan bakar.
Terkait bioenergi, Indonesia menurut Lutfi memang peduli pada pengembangan teknologi ramah lingkungan sebagai bentuk tanggung pada Protokol Tokyo. Di samping itu Indonesia juga merupakan tuan rumah konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Bali.
Menjawab pertanyaan, Lutfi juga menyinggung mengenai salah satu investor besar otomotif dari Eropa yang segera akan masuk ke Indonesia. Namun ia tidak bersedia memerinci lebih jauh, karena masih pada tahap sangat sensitif.
(es/es)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 11:42 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Kisah Awal SBY Kepincut Mobil Hybrid -
Rabu, 23/05/2012 09:54 WIB
Bos Judi Berkumpul dalam Hajatan Tiga Hari di Macau -
Rabu, 23/05/2012 10:38 WIB
Ini Kawasan Jabodetabek yang Terangkat Proyek Tol JORR 2 -
Rabu, 23/05/2012 10:56 WIB
Zuckerberg Cairkan Saham Facebook Rp 10 Triliun untuk Bayar Pajak -
Rabu, 23/05/2012 11:18 WIB
3 Alasan Saham Facebook Susah Naik
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 - 08:35
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Rabu, 23/05/2012 - 09:04
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Rabu, 23/05/2012 - 04:16
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Rabu, 23/05/2012 - 12:05
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com







Sending your message.gif)



