Defisit APBN 2008 Bisa Susut
Kamis, 04/09/2008 22:14 WIB
Foto: Wahyu Daniel/detikfinance
Jakarta - Menurunnya harga minyak dunia belakangan ini membuka peluang bagi berkurangnya defisit APBNP 2008. Dengan harga minyak yang dibawah asumsi APBNP, maka subsidi BBM dan listrik pun bisa lebih rendah.
Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, asumsi harga minyak pada APBNP 2008 ditetapkan hingga US$ 130 per barel. Sementara realisasi rata-rata ICP hingga Agustus 2008 baru sekitar US$ 122 per barel.
"Kalau harga minyak turun dibawah asumsi kita di APBN yang sebesar US$ 130, maka defisit memang bisa lebih rendah kecil. Tapi seberapa kecil, itu tergantung Gustav dan lain-lain," ujarnya di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/9/2008).
Defisit dalam APBNP 2008 semula ditargetkan mencapai 2,1%. Namun Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu sebelumnya memperkirakan, dengan penurunan harga minyak mentah dunia yang sudah terjadi sejak pertengahan Juli, maka defisit APBNP 2008 bisa ditekan menjadi 1,5-1,8% dari PDB.
"Hasil akhir defisit dalam APBNP kan kita sebut 2,1%, waktu kita sampaikan ke DPR, kita revisi kemungkinan realisasinya di bawah itu, seperti 1,9%. Itu basisnya harga minyak masih sekitar US$ 130," jelasnya.
Yang paling terasa, menurut Sri Mulyani adalah penurunan subsidi BBM yang diperkirakan mencapai Rp 80 triliun atau dari Rp 234 triliun menjadi Rp 141 triliun.
Ia menjelaskan, turunnya harga minyak memang hanya berpengaruh di sisi harga. Sementara di sisi lain, harus diperhatikan juga bagaiamana realisasi dari sisi konsumsi BBM dan pertumbuhan penggunaan listrik.
Selain itu, juga harus diperhitungkan penerimaan dari sisi pendapatan migas dan sumber daya alam lainnya yang juga akan menurun jika asumsi penghitungannya menurun.
"Memang tergantung konsumsi BBM dan growth listrik. Selain itu revenue minyak dan sumber daya alam menurun, namun secara ntto masih positif," ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah terus mengusahakan konservasi energi dengan mensubtitusi energi yang boros ataupun tidak ramah lingkungan ke enrgi yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Demikian juga dengan kemungkinan mensubsidi energi lain diluar BBM yang saat ini disubsidi.
"Policy energi itu bermuara kepada keinginan kita untuk mengkonservasi penggunaan energi-energi yang makin berharga. Kemudian melakukan subsitusi ke energi yang lebih friendly lingkungan, lebih murah, dari sisi konservasi secara umum. Jadi kalau mau bicara apakah mungkin ada subsidi tambahan tapi subsidi lainnya dikurangi itu mungkin. Selama dia inline dengan keinginan kita untuk perbaikan," urai Sri Mulyani.
(lih/qom)
Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, asumsi harga minyak pada APBNP 2008 ditetapkan hingga US$ 130 per barel. Sementara realisasi rata-rata ICP hingga Agustus 2008 baru sekitar US$ 122 per barel.
"Kalau harga minyak turun dibawah asumsi kita di APBN yang sebesar US$ 130, maka defisit memang bisa lebih rendah kecil. Tapi seberapa kecil, itu tergantung Gustav dan lain-lain," ujarnya di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/9/2008).
Defisit dalam APBNP 2008 semula ditargetkan mencapai 2,1%. Namun Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu sebelumnya memperkirakan, dengan penurunan harga minyak mentah dunia yang sudah terjadi sejak pertengahan Juli, maka defisit APBNP 2008 bisa ditekan menjadi 1,5-1,8% dari PDB.
"Hasil akhir defisit dalam APBNP kan kita sebut 2,1%, waktu kita sampaikan ke DPR, kita revisi kemungkinan realisasinya di bawah itu, seperti 1,9%. Itu basisnya harga minyak masih sekitar US$ 130," jelasnya.
Yang paling terasa, menurut Sri Mulyani adalah penurunan subsidi BBM yang diperkirakan mencapai Rp 80 triliun atau dari Rp 234 triliun menjadi Rp 141 triliun.
Ia menjelaskan, turunnya harga minyak memang hanya berpengaruh di sisi harga. Sementara di sisi lain, harus diperhatikan juga bagaiamana realisasi dari sisi konsumsi BBM dan pertumbuhan penggunaan listrik.
Selain itu, juga harus diperhitungkan penerimaan dari sisi pendapatan migas dan sumber daya alam lainnya yang juga akan menurun jika asumsi penghitungannya menurun.
"Memang tergantung konsumsi BBM dan growth listrik. Selain itu revenue minyak dan sumber daya alam menurun, namun secara ntto masih positif," ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah terus mengusahakan konservasi energi dengan mensubtitusi energi yang boros ataupun tidak ramah lingkungan ke enrgi yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Demikian juga dengan kemungkinan mensubsidi energi lain diluar BBM yang saat ini disubsidi.
"Policy energi itu bermuara kepada keinginan kita untuk mengkonservasi penggunaan energi-energi yang makin berharga. Kemudian melakukan subsitusi ke energi yang lebih friendly lingkungan, lebih murah, dari sisi konservasi secara umum. Jadi kalau mau bicara apakah mungkin ada subsidi tambahan tapi subsidi lainnya dikurangi itu mungkin. Selama dia inline dengan keinginan kita untuk perbaikan," urai Sri Mulyani.
(lih/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 16:15 WIB
Tolak Peraturan Jero Wacik, Pekerja Tambang Curhat Soal Perceraian
-
Kamis, 24/05/2012 16:10 WIB
Investor Buru Saham Jelang Penutupan, IHSG Naik Tipis
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:38 WIB
Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 695 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
