detikfinance

Rp 1,11 Triliun untuk Penanganan Lapindo di 2009

Wahyu Daniel - detikfinance
Kamis, 11/09/2008 17:01 WIB
dok detikcom
Jakarta - Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 1,11 triliun yang dialokasikan untuk Badan Penganggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) pada 2009. Angka tersebut tidak berubah dari dana yang dianggarkan pada tahun ini.

Hal ini dikatakan oleh Dirjen Anggaran Depkeu Anny Ratnawati dalam Rapat Pansus Penganggulangan Lumpur Lapindo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2008).

"Dana tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan di sekitar lokasi lumpur Lapindo sebesar Rp 251 miliar, lalu Rp 921 miliar lainnya untuk pengendalian banjir," ujarnya.

Anny mengatakan anggaran BPLS di 2009 sebesar Rp 1,1 triliun itu sudah termasuk 80% untuk pembangunan tahap kedua di tiga desa sebagaimana telah diatur di dalam Perpres. "Tapi pelunasannya tetap tergantung dari pelunasan oleh Minarak," ujarnya.

Besaran anggaran untuk BPLS ini sama dengan anggaran BPLS di 2008 yang juga sebesar Rp 1,1 triliun. "Anggaran tersebut sudah mulai dicairkan Rp 172 miliar seperti yang diminta oleh BPLS untuk pembelian tanah di tiga desa yang terkena dampak, dan juga jaminan hidup masyarakat," katanya.


(dnl/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.