detikfinance

Fuel Surcharge Garuda Turun 10%

Alih Istik Wahyuni - detikfinance
Jumat, 12/09/2008 12:10 WIB
dok Detikcom
Jakarta - Seiring dengan menurunnya harga minyak dunia, maskapai Garuda Indonesia akhirnya menurunkan fuel surcharge (FC) secara bertahap. Untuk tahap pertama, fuel surcharge akan turun sebesar 10% mulai 15 September 2008.

"Dengan adanya penurunan FC tahap pertama tersebut maka setiap pembelian tiket Garuda rute domestik mulai tanggal 15 September 2008 akan memperoleh penurunan FC sebesar 10%," demikian disampaikan VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Pujobroto dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jakarta, Jumat (12/9/2008).

Penurunan fuel surcharge tahap kedua akan dilakukan pada 1 Oktober 2008 setelah Pertamina mengumumkan penurunan harga avturnya.

Saat ini Garuda memberlakukan fuel surcharge pada penerbangan rute domestik sebagai berikut:

  • Penerbangan di bawah 1 jam sebesar Rp 270 ribu,
  • Penerbangan lebih dari 1 jam hingga 2 jam sebesar Rp 340 ribu,
  • Penerbangan lebih dari 2 jam sampai 3 jam sebesar Rp 410 ribu,
  • Penerbangan lebih dari 3 jam sampai 4 jam sebesar Rp 480 ribu dan
  • Penerbangan lebih dari 5 jam sebesar Rp 530 ribu.
Sebelumnya, Pertamina telah menurunkan harga avtur-nya sebesar 14,8% sebagai dampak dari penurunan harga minyak dunia. VP Pemasaran BBM Ritel Djaelani Sutomo pun menyatakan kemungkinan harga avtur akan kembali turun pada bulan depan.

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menyatakan, dengan turunnya harga avtur, maka seluruh maskapai penerbangan wajib menurunkan fuel surcharge mereka. Jika tidak, maka maskapai yang membandel akan dikenai sangsi.

(lih/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.