Pendapatan GMF Naik 20%
Senin, 15/09/2008 17:39 WIB
Foto: Nograhany-detikcom
Jakarta - Anak perusahaan PT Garuda Indonesia yang bergerak di bidang perawatan pesawat, PT Garuda Maintenance Facility (GMF) menargetkan peningkatan pendapatan 2008 hingga 20%.
Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar usai bertemu Meneg BUMN di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (15/9/2008).
"Untuk GMF kami targetkan tahun ini pendapatannya bisa meningkat hingga 20% dari tahun sebelumnya," katanya.
Tahun sebelumnya, GMF membukukan pendapatan hingga Rp 1,5 triliun, berarti target pendapatan GMF tahun ini adalah Rp 1,8 triliun.
"Target tersebut akan kami raih dengan cara meningkatkan nilai perusahaan dan menambah kontrak-kontrak baru," jelasnya.
Ia menambahkan, akan mengkaji kemungkinan rencana GMF untuk melakukan penawaran saham umum perdana alias initial public offering (IPO) lebih dulu daripada induk perusahaan.
"Ya masih kita lihat dulu, yang penting mereka bisa mendapatkan proyek yang lebih besar," urainya.
Sebelumnya saham GMF diminati KLM salah satu maskapai penerbangan Eropa yakni KLM. KLM ingin menguasai sebagian saham GMF, namun pemerintah menolak tawaran itu.
"Sesuai pernyataan Menteri, penawaran itu kita tolak. Kita hanya ingin peningkatan kerjasama GMF dan KLM dalam menangkap peluang penambahan kapasitas perbaikan dan perawatan pesawat," katanya.
(ang/ddn)
Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar usai bertemu Meneg BUMN di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (15/9/2008).
"Untuk GMF kami targetkan tahun ini pendapatannya bisa meningkat hingga 20% dari tahun sebelumnya," katanya.
Tahun sebelumnya, GMF membukukan pendapatan hingga Rp 1,5 triliun, berarti target pendapatan GMF tahun ini adalah Rp 1,8 triliun.
"Target tersebut akan kami raih dengan cara meningkatkan nilai perusahaan dan menambah kontrak-kontrak baru," jelasnya.
Ia menambahkan, akan mengkaji kemungkinan rencana GMF untuk melakukan penawaran saham umum perdana alias initial public offering (IPO) lebih dulu daripada induk perusahaan.
"Ya masih kita lihat dulu, yang penting mereka bisa mendapatkan proyek yang lebih besar," urainya.
Sebelumnya saham GMF diminati KLM salah satu maskapai penerbangan Eropa yakni KLM. KLM ingin menguasai sebagian saham GMF, namun pemerintah menolak tawaran itu.
"Sesuai pernyataan Menteri, penawaran itu kita tolak. Kita hanya ingin peningkatan kerjasama GMF dan KLM dalam menangkap peluang penambahan kapasitas perbaikan dan perawatan pesawat," katanya.
(ang/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 16:15 WIB
Tolak Peraturan Jero Wacik, Pekerja Tambang Curhat Soal Perceraian
-
Kamis, 24/05/2012 16:10 WIB
Investor Buru Saham Jelang Penutupan, IHSG Naik Tipis
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:38 WIB
Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 695 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
