Fed Tahan Suku Bunga 2%
Rabu, 17/09/2008 06:53 WIB
Gubernur The Fed Ben Bernanke (Reuters)
Washington - Ditengah tekanan kejatuhan bursa-bursa dunia, Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) secara mengejutkan memutuskan mempertahankan suku bunga kuncinya sebesar 2%.
Keputusan itu sekaligus merefleksikan kepercayaan The Fed bahwa perekonomian AS bisa melalui berbagai goncangan ini tanpa perlu memangkas suku bunga terlalu cepat. Bunga The Fed bertahan di 25 sejak April lalu.
Keputusan itu juga diambil secara bulat oleh Federal Open Market Committe (FOMC) pada Selasa (16/9/2008) waktu setempat. Keputusan itu sekaligus menepis dugaan para investor dan analis bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga untuk menenangkan pasar.
"Tekanan di pasar finansial sudah meningkat dengan signifikan dan pasar tenaga kerja terus melemah lebih lanjut setelah pertemuan terakhir pada Agustus lalu. Namun risiko penurunan pada pertumbuhan dan risiko kenaikan inflasi, keduanya masih menjadi perhatian utama," jelas FOMC dalam pernyataannya.
Namun FOMC menetapkan bahwa kedepannya, kebijakan moneter yang diperlonggar secara substansial, dikombinasikan dengan berbagai kebijakan untuk menambah likuiditas di pasar, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang moderat.
Keputusan itu diambil oleh FOMC beberapa saat setelah sebelumnya The Fed mengguyur likuiditas ke pasar hingga US$ 70 miliar melalui 'repurchase agreement'. Langkah The Fed itu mengikuti keputusan bank sentral lain di seluruh dunia yang juga menginjeksikan likuiditas hingga US$ 70 miliar ke pasar, menyusul kekacauan di pasar finansial akibat kebangkrutan Lehman Brothers.
John Ryding, ekonom dari RDQ Economics tetap mengkritik The Fed yang dinilainya membuat blunder dengan membiarkan pasar berekspektasi terlalu tinggi akan ada penurunan suku bunga,
"Disatu sisi, saya gembira the Fed tidak memangkas suku bunga. Namun kemampuan komunikasinya sejauh ini masih jauh dari sempurna," kritiknya seperti dikutip dari AFP, Rabu (17/9/2008).
"Membaca pernyataanFOMC, Anda tidak akan pernah tahu bahw langit sudah runtuh menimpa Wall Street. Dalam pandangan kami, pernyataan ini bisa berarti sangat berani atau sangat ceroboh," ketus Ia Shepherdson, kepala ekonom High Frequency Economics.
Sementara Scott Brown, ekonom dari Raymond James & Associates mengatakan, keputusan itu memberi ketidakpastian yang sangat besar tentang proyeksi ekonomi dan memberikan waktu kepada The Fed.
"Keputusan Fed memberi efek perekonomian sebuah kelambatan dan penurunan suku bunga awal tahun ini seharusnya memberi dampak pada akhir tahun," jelas Brown.
(qom/qom)
Keputusan itu sekaligus merefleksikan kepercayaan The Fed bahwa perekonomian AS bisa melalui berbagai goncangan ini tanpa perlu memangkas suku bunga terlalu cepat. Bunga The Fed bertahan di 25 sejak April lalu.
Keputusan itu juga diambil secara bulat oleh Federal Open Market Committe (FOMC) pada Selasa (16/9/2008) waktu setempat. Keputusan itu sekaligus menepis dugaan para investor dan analis bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga untuk menenangkan pasar.
"Tekanan di pasar finansial sudah meningkat dengan signifikan dan pasar tenaga kerja terus melemah lebih lanjut setelah pertemuan terakhir pada Agustus lalu. Namun risiko penurunan pada pertumbuhan dan risiko kenaikan inflasi, keduanya masih menjadi perhatian utama," jelas FOMC dalam pernyataannya.
Namun FOMC menetapkan bahwa kedepannya, kebijakan moneter yang diperlonggar secara substansial, dikombinasikan dengan berbagai kebijakan untuk menambah likuiditas di pasar, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang moderat.
Keputusan itu diambil oleh FOMC beberapa saat setelah sebelumnya The Fed mengguyur likuiditas ke pasar hingga US$ 70 miliar melalui 'repurchase agreement'. Langkah The Fed itu mengikuti keputusan bank sentral lain di seluruh dunia yang juga menginjeksikan likuiditas hingga US$ 70 miliar ke pasar, menyusul kekacauan di pasar finansial akibat kebangkrutan Lehman Brothers.
John Ryding, ekonom dari RDQ Economics tetap mengkritik The Fed yang dinilainya membuat blunder dengan membiarkan pasar berekspektasi terlalu tinggi akan ada penurunan suku bunga,
"Disatu sisi, saya gembira the Fed tidak memangkas suku bunga. Namun kemampuan komunikasinya sejauh ini masih jauh dari sempurna," kritiknya seperti dikutip dari AFP, Rabu (17/9/2008).
"Membaca pernyataanFOMC, Anda tidak akan pernah tahu bahw langit sudah runtuh menimpa Wall Street. Dalam pandangan kami, pernyataan ini bisa berarti sangat berani atau sangat ceroboh," ketus Ia Shepherdson, kepala ekonom High Frequency Economics.
Sementara Scott Brown, ekonom dari Raymond James & Associates mengatakan, keputusan itu memberi ketidakpastian yang sangat besar tentang proyeksi ekonomi dan memberikan waktu kepada The Fed.
"Keputusan Fed memberi efek perekonomian sebuah kelambatan dan penurunan suku bunga awal tahun ini seharusnya memberi dampak pada akhir tahun," jelas Brown.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 16:15 WIB
Tolak Peraturan Jero Wacik, Pekerja Tambang Curhat Soal Perceraian
-
Kamis, 24/05/2012 16:10 WIB
Investor Buru Saham Jelang Penutupan, IHSG Naik Tipis
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:38 WIB
Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 695 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 15:03 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dipajaki, Negara Untung Rp 14 Triliun/Tahun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
