Tim Negosiasi Tangguh Berguru ke Tim Cepu
Rabu, 17/09/2008 11:19 WIB
Foto Kiriman Agus Mustofa
Jakarta - Tim renegosiasi harga LNG Tangguh ke China akan belajar dari tim Cepu yang dulu membahas siapa yang akan mengelola blok Cepu, Jawa Timur.
Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, kedua tim tersebut memiliki kesamaan, yaitu sama-sama dikoordinasi oleh Menko Perekonomian langsung.
"Model ini seperti waktu menangani Cepu. Kita belajar dari Cepu yang juga dikoordinasi Menko. Jadi nggak aneh," katanya usai rapat kerja mengenai subsidi listrik dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (17/9/2008).
Purnomo menambahkan, tim yang dibentuk Presiden ini beranggotakan para eselon 1 dari berbagai instansi. Sementara dirinya akan bertindak sebagai narasumber yang harus siap menyiapkan data dan latar belakang Tangguh. Menurut Purnomo, pada pertemuan kemarin Presiden belum menentukan target ataupun batas waktu proses renegosiasi ini.
"Target belum, Presiden memberikan visi dan misi tim ini. Jadi mereka koordinasi dulu, yang kita inginkan adalah, tapi kami serahkan ke tim saja. Biarkan mereka rapat-rapat dulu," ujarnya.
Ia mengaku saat ini hubungan dengan China masih berlangsung baik. Dalam kontrak memang dikatakan peninjauan ulang harga baru bisa dilakukan 4 tahun setelah komersial berjalan.
"Tapi yang namanya meminta kan boleh-boleh saja meski belum 4 tahun. Ini masuk domain perdata," ujarnya.
(lih/ddn)
Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, kedua tim tersebut memiliki kesamaan, yaitu sama-sama dikoordinasi oleh Menko Perekonomian langsung.
"Model ini seperti waktu menangani Cepu. Kita belajar dari Cepu yang juga dikoordinasi Menko. Jadi nggak aneh," katanya usai rapat kerja mengenai subsidi listrik dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (17/9/2008).
Purnomo menambahkan, tim yang dibentuk Presiden ini beranggotakan para eselon 1 dari berbagai instansi. Sementara dirinya akan bertindak sebagai narasumber yang harus siap menyiapkan data dan latar belakang Tangguh. Menurut Purnomo, pada pertemuan kemarin Presiden belum menentukan target ataupun batas waktu proses renegosiasi ini.
"Target belum, Presiden memberikan visi dan misi tim ini. Jadi mereka koordinasi dulu, yang kita inginkan adalah, tapi kami serahkan ke tim saja. Biarkan mereka rapat-rapat dulu," ujarnya.
Ia mengaku saat ini hubungan dengan China masih berlangsung baik. Dalam kontrak memang dikatakan peninjauan ulang harga baru bisa dilakukan 4 tahun setelah komersial berjalan.
"Tapi yang namanya meminta kan boleh-boleh saja meski belum 4 tahun. Ini masuk domain perdata," ujarnya.
(lih/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 16:15 WIB
Tolak Peraturan Jero Wacik, Pekerja Tambang Curhat Soal Perceraian
-
Kamis, 24/05/2012 16:10 WIB
Investor Buru Saham Jelang Penutupan, IHSG Naik Tipis
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:38 WIB
Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 695 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
