detikfinance

Updated

Depkeu Tutup 1.120 Rekening Senilai Rp 530,7 Miliar

Wahyu Daniel - detikfinance
Rabu, 17/09/2008 16:14 WIB
Hekinus Manao (Foto: Wahyu/detikcom)
Jakarta - Pada semester I-2008 Departemen Keuangan telah menutup sejumlah 1.120 rekening liar yang terdapat di berbagai departemen dengan nilai Rp 446,7 miliar dan US$ 9,13 juta atau jika ditotal mencapai Rp 530,7 triliun. Khusus untuk rekening liar di MA, hanya 10 yang baru berhasil ditutup.

Hal ini dikatakan oleh Irjen Depkeu Hekinus Manao ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/9/2008).

"Digabungkan dengan yang pernah kami laporkan pada tahun lalu, kami menutup 2.086 rekening dengan nilai cukup besar Rp 7,28 triliun karena dulu kita utamakan yang besar-besar. Kalau sekarang tinggal yang remah-remahnyanya dan itu cukup sulit, rekening itu cross departemen. Kalau yang belum ditelusuri kita belum tahu berapa jumlahnya kita masih coba gali terus," tuturnya.

Selain itu, lanjut Hekinus, beberapa waktu lalu Depkeu telah memindahkan uang di 1 rekening di BP Migas sebesar US$ 7,4 juta. "Targetnya sebenarnya semester I tapi baru selesai penutupannya awal September," imbuhnya.

Dituturkannya, rekening di BP Migas tersebut adalah rekening penutupan uang yang bermula saat ada kapal LNG dari Bontang yang seharusnya dikirim ke Korea Selatan, dipindahkan dan dikirim ke perusahaan Pupuk Iskandar Muda (PIM) pada tahun 2001/2002.

"Kebutuhan di PIM kerena waktu itu sedang diperlukan dan pemerintah menginstruksikan dikirim ke PIM. Tapi akibatnya pemerintah harus membayar ke Korsel sebanyak US$ 29 juta, kemudian dicicil oleh PIM nah cicilan pertmanya itu pada 2005 sebesar US$ 7,4 juta tapi itu nongkrong di rekening BP Migas. Itu sudah dibayar tapi rekningnya di buka di BP migas sampai akhirnya ditemukan. Setelah kita tertibkan kita katakan ini adalah rekening pemerintah tolong dilaporkan," paparnya.

Sementara untuk rekening uang biaya perkara di Mahkamah Agung (MA), sampai sekarang belum bisa banyak dilakukan.

"Boleh dikatakan untuk biaya perkara MA kita hanya berhasil menyepakati dengan mereka sekitar tidak sampai 10 rekening yang ditutup, sedangkan yang lain-lain kita belum tahu," ujarnya.

Untuk penyelidikan rekening di MA, Hekinus juga mengatakan pekerjaan tersebut tidak bisa langsung selesai begitu saja. "Ini bukan pekerjaan yang langsung selesai. Ini seperti nyapu, kita nyapu yang besar ternyata ada kotoran di bawah meja." imbuhnya.

Mengenai sisa rekening liar yang masih ada di berbagai departemen, Hekinus mengakui jumlahnya masih banyak.

"Saya perkirakan masih bisa beberapa ribu rekening lagi, tapi yang tersisa jumlahnya hanya yang kecil-kecil saja, tapi mungkin saja di antara yang sisa ini masih ada yang besar. Tapi umumnya yang besar sudah kita lakukan penutupan dari tahun lalu. Jumlahnya tidak bisa dipastikan, tapi kalau yang sedang dibahas sekarang kira-kira 300 rekening," ungkapnya.








(dnl/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.