BI Tak Keberatan 'Inang-Inang' Uang
Rabu, 17/09/2008 17:35 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) tidak akan melarang siapapun yang ingin berbisnis penukaran uang receh atau yang biasa disebut inang-inang. Selama ini para penyelenggaraan usaha semacam itu dinilai BI masih bisa ditolerir.
BI akan menyerahkan pilihan menukar uang kepada masyarakat, apakah lebih memilih inang-inang dengan tidak mengantri atau menukarnya kepada BI melaluin loket-loket kas berjalan yang disiapkan oleh BI dan bank-bank umum.
"Mereka itu kan cari makan, prinsipnya kita menyediakan loket kalau mau ngantri itu terserah konsumen, saya kira itu pilihan dari konsumen," kata Deputi Gubernur BI Budi Rochadi dalam acara konferensi pers di gedung BI, Jakarta, Rabu (17/9/2008).
Namun BI agak keberatan kalau tingkah laku dari inang-inang tersebut bisa mengganggu para konsumen yang akan menukar uangnya di loket berjalan BI. Misalnya konsumen diluar inang-inang mengalami kesulitan ketika akan menukar uang.
"Kalau yang seperti itu lain ceritanya, kalau tidak terlalu, jadi enggak masalah, kecuali kalau itu terbatas sebelum kas tutup sudah habis itu jadi masalah," ucapnya.
Diakuinya, transaksi uang dengan membayar uang, semacam yang dilakukan oleh inang-inang menurutnya hanya terjadi di Indonesia saja di negara lain umumnya tidak ada.
"Kalau masyarakat kita itu macam-macam, ditempat lain saya kira tidak ada yah," ucapnya.
Seperti diketahui, bahwa fenomena inang-inang sudah menjadi trend di masyarakat sebagai sarana penukar uang receh yang efektif tanpa harus mengantri di bank. Meskipun si penerima jasa akan sedikit mengeluarkan uang tambahan hingga 10% dari uang yang ditukarnya.
Di Jakarta, lokasi menjamurnya Inang-inang terdapat di beberapa titik seperti kawasan kota tua stasion kota, Kawasan Jatinegara, Pasar Baru, terminal-terminal dan lainnya.
(hen/qom)
BI akan menyerahkan pilihan menukar uang kepada masyarakat, apakah lebih memilih inang-inang dengan tidak mengantri atau menukarnya kepada BI melaluin loket-loket kas berjalan yang disiapkan oleh BI dan bank-bank umum.
"Mereka itu kan cari makan, prinsipnya kita menyediakan loket kalau mau ngantri itu terserah konsumen, saya kira itu pilihan dari konsumen," kata Deputi Gubernur BI Budi Rochadi dalam acara konferensi pers di gedung BI, Jakarta, Rabu (17/9/2008).
Namun BI agak keberatan kalau tingkah laku dari inang-inang tersebut bisa mengganggu para konsumen yang akan menukar uangnya di loket berjalan BI. Misalnya konsumen diluar inang-inang mengalami kesulitan ketika akan menukar uang.
"Kalau yang seperti itu lain ceritanya, kalau tidak terlalu, jadi enggak masalah, kecuali kalau itu terbatas sebelum kas tutup sudah habis itu jadi masalah," ucapnya.
Diakuinya, transaksi uang dengan membayar uang, semacam yang dilakukan oleh inang-inang menurutnya hanya terjadi di Indonesia saja di negara lain umumnya tidak ada.
"Kalau masyarakat kita itu macam-macam, ditempat lain saya kira tidak ada yah," ucapnya.
Seperti diketahui, bahwa fenomena inang-inang sudah menjadi trend di masyarakat sebagai sarana penukar uang receh yang efektif tanpa harus mengantri di bank. Meskipun si penerima jasa akan sedikit mengeluarkan uang tambahan hingga 10% dari uang yang ditukarnya.
Di Jakarta, lokasi menjamurnya Inang-inang terdapat di beberapa titik seperti kawasan kota tua stasion kota, Kawasan Jatinegara, Pasar Baru, terminal-terminal dan lainnya.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 16:15 WIB
Tolak Peraturan Jero Wacik, Pekerja Tambang Curhat Soal Perceraian
-
Kamis, 24/05/2012 16:10 WIB
Investor Buru Saham Jelang Penutupan, IHSG Naik Tipis
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:38 WIB
Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 695 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
