detikfinance

ADB: Krisis Finansial AS Bisa Menular ke Perbankan Asia

Dadan Kuswaraharja - detikfinance
Kamis, 18/09/2008 12:06 WIB
Haruhiko Kuroda (Foto: ADB)
Manila - Runtuhnya perusahaan keuangan di Amerika Serikat memang belum mempengaruhi bank-bank di kawasan Asia. Namun bukan berarti negara kawasan Asia harus tenang-tenang saja.Bank sentral dan pemerintah Asia harus berkoordinasi lebih erat untuk menjaga kestabilan pasar.

Demikian peringatan Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) Haruhiko Kuroda saat membuka konferensi subprime mortgage di Manila, Filipina, Kamis (18/9/2008) seperti dikutip Reuters.

"Meskipun kerugian akibat aset-aset yang terkait subprime mortgage di Asia lebih rendah dibanding negara lain, ini bukan jaminan bahwa apa yang terjadi akhir-akhir ini takkan mempengaruhi lembaga keuangan besar di Asia," ujarnya.

Kuroda merasa perlu untuk melakukan kajian mengenai kolapsnya beberapa bank di AS dan pengaruhnya terhadap lembaga keuangan Asia.

Kepanikan akibat krisis kredit ini telah memicu panic selling di bursa global sepanjang pekan ini. Kepanikan kembali muncul setelah Lehman Brothers bangkrut dan upaya penyelamatan American International Group (AIG) oleh bank sentral AS. Tak ayal, saham perbankan di pasar dunia sudah terkena dampak dari runtuhnya bank AS ini.

Lembaga pemeringkat rating Standard & Poor's mengatakan exposure perbankan di Asia kecuali Jepang relatif kecil terhadap Lehman Brothers. Oleh karena itu, dampaknya kebangkrutan Lehman tidak akan terlalu merusak struktur kredit perbankan Asia. Namun Standard & Poor's juga mengingatkan bahwa krisis bank di AS masih akan memberi tekanan bagi bank di Asia.

Meski likuiditas di Asia masih mencukupi, Kuroda memperingatkan bahwa beberapa aset pasar, terutama di sektor real estate masih rentan terhadap guncangan. Perbedaaan perkembangan sistem keuangan di Asia juga menimbulkan kekhawatiran.

Untuk mencegah turbulensi menyebar ke Asia, regulator harus berkoordinasi, infrastruktur pasar modal diperkuat dan kompetisi di pasar harus lebih terbuka lagi.

"Turbulensi yang terjadi pekan ini menggarisbawahi perlunya kerja sama antara bank sentral dan regulator untuk mencari permasalahan dan menyiapkan langkah yang yang lebih baik untuk menjaga stabilitas regional," ujarnya.

Negara Asia perlu menerapkan best practice untuk mengatasi minimnya likuiditas atau menjamin sistem jaring pengaman sektor keuangan yang efektif.

Sebelumnya pekan ini, ADB memperingatkan bahwa krisis keuangan di Amerika akan memperlambat ekonomi Asia. Bank Asia ini memperkirakan pertumbuhan di Asia hanya sebesar 7,5 persen tahun ini, terendah sejak 2003.

(ddn/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.