BPK Mulai Audit Gas Tangguh
Jumat, 19/09/2008 08:20 WIB
Fasilitas LNG Tangguh (Agus Mustofa)
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah mulai mengaudit kasus penjualan gas Tangguh ke China yang dilakukan melalui pemeriksaan BP Migas. BPK butuh waktu 60 hari untuk mengaudit Tangguh.
Auditor Utama Keuangan Negara VII BPK J. Widodo H. Mumpuni mengatakan, BPK sudah mulai mengaudit tingkat kewajaran harga penjualan gas Tangguh ke Cina sejak 2 hari lalu melalui BP Migas.
"Untuk Tangguh kita masuk baru 2 hari, kita butuh 60 hari kerja. Hasilnya setelah 60 hari, dalam 1-2 minggu disampaikan ke DPR," ujarnya usai pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa di Kantor Pusat BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis malam (18/9/2008).
Widodo mengatakan audit mengenai penjualan gas Tangguh ini dilakukan lewat entitas BP Migas. "Jadi entitasnya yang kita periksa. Kita audit di kontrak dan pembangunan fisik. Jadi nanti kita lihat kontrak dan perbandingannya dengan kontrak-kontrak penjualan yang lain, untuk melihat kewajarannya," jelasnya.
BPK akan membandingkan tingkat kewajaran harga penjualan gas Tangguh ke China dengan membandingkan kontrak penjualan gas Tangguh ke negara lain.
"Ya nanti kita lihat mungkin bagaimana kontrak-kontrak ke negara lain, akan kita analisa juga. Jadi kan ada juga selain ke China ke Meksiko, apakah ada batasan harga di bawah dan di atas yang melawan alam," katanya.
Di tempat yang sama, Ketua BPK Anwar Nasution mengatakan terkait dengan penyelidikan Panitia Hak Angket BBM, BPK telah masuk ke audit penjualan gas Tangguh.
"Tangguh kita sarankan supaya cara penetapan harga itu jangan seperti ini. Karena seperti sekarang ini kan dipatok dia, ada limit atas dan limit bawah. Saran kita adalah yang normal-normal sajalah, jangan ngelawan mekanisme pasar. Harga ini bisa naik bisa turun, sekarang sudah mulai kita lihat turun. dari US$ 150 per barel minyak mentah sekarang sudah US$ 92 per barel," tuturnya, besok barangkali 10 dolar," tuturnya.
Anwar mengatakan, untuk penjualan gas Tangguh ini, BPK menyarankan agar penetapan harga jualnya mengikuti mekanisme pasar sehingga tidak ada masalah dan potensi kerugian negara.
"Oleh karena itu, maka kita ikuti saja bagaimana kita menetapkan harga minyak mentah, yaitu dengan mekanisme pasar, jadi harga gas bisa naik turun, itu saja yang kita minta," ujarnya.
Dikatakan Anwar, BPK mengharapkan akan ada perubahan dengan segera mengenai kontrak penjualan gas Tangguh ini.
"Kerugian belum ada, pabriknya belum jadi. Jadi BPK sarankan untuk dilakukan perubahan, dan pemerintah sudah bergerak kan. Wapres sudah bicarakan masalah ini dengan pemerintah China. Kita harapkan sebelum berproduksi dia ada perubahan. Itu saran dari kita," pungkasnya.
(dnl/ir)
Auditor Utama Keuangan Negara VII BPK J. Widodo H. Mumpuni mengatakan, BPK sudah mulai mengaudit tingkat kewajaran harga penjualan gas Tangguh ke Cina sejak 2 hari lalu melalui BP Migas.
"Untuk Tangguh kita masuk baru 2 hari, kita butuh 60 hari kerja. Hasilnya setelah 60 hari, dalam 1-2 minggu disampaikan ke DPR," ujarnya usai pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa di Kantor Pusat BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis malam (18/9/2008).
Widodo mengatakan audit mengenai penjualan gas Tangguh ini dilakukan lewat entitas BP Migas. "Jadi entitasnya yang kita periksa. Kita audit di kontrak dan pembangunan fisik. Jadi nanti kita lihat kontrak dan perbandingannya dengan kontrak-kontrak penjualan yang lain, untuk melihat kewajarannya," jelasnya.
BPK akan membandingkan tingkat kewajaran harga penjualan gas Tangguh ke China dengan membandingkan kontrak penjualan gas Tangguh ke negara lain.
"Ya nanti kita lihat mungkin bagaimana kontrak-kontrak ke negara lain, akan kita analisa juga. Jadi kan ada juga selain ke China ke Meksiko, apakah ada batasan harga di bawah dan di atas yang melawan alam," katanya.
Di tempat yang sama, Ketua BPK Anwar Nasution mengatakan terkait dengan penyelidikan Panitia Hak Angket BBM, BPK telah masuk ke audit penjualan gas Tangguh.
"Tangguh kita sarankan supaya cara penetapan harga itu jangan seperti ini. Karena seperti sekarang ini kan dipatok dia, ada limit atas dan limit bawah. Saran kita adalah yang normal-normal sajalah, jangan ngelawan mekanisme pasar. Harga ini bisa naik bisa turun, sekarang sudah mulai kita lihat turun. dari US$ 150 per barel minyak mentah sekarang sudah US$ 92 per barel," tuturnya, besok barangkali 10 dolar," tuturnya.
Anwar mengatakan, untuk penjualan gas Tangguh ini, BPK menyarankan agar penetapan harga jualnya mengikuti mekanisme pasar sehingga tidak ada masalah dan potensi kerugian negara.
"Oleh karena itu, maka kita ikuti saja bagaimana kita menetapkan harga minyak mentah, yaitu dengan mekanisme pasar, jadi harga gas bisa naik turun, itu saja yang kita minta," ujarnya.
Dikatakan Anwar, BPK mengharapkan akan ada perubahan dengan segera mengenai kontrak penjualan gas Tangguh ini.
"Kerugian belum ada, pabriknya belum jadi. Jadi BPK sarankan untuk dilakukan perubahan, dan pemerintah sudah bergerak kan. Wapres sudah bicarakan masalah ini dengan pemerintah China. Kita harapkan sebelum berproduksi dia ada perubahan. Itu saran dari kita," pungkasnya.
(dnl/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 16:15 WIB
Tolak Peraturan Jero Wacik, Pekerja Tambang Curhat Soal Perceraian
-
Kamis, 24/05/2012 16:10 WIB
Investor Buru Saham Jelang Penutupan, IHSG Naik Tipis
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:38 WIB
Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 695 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 15:07 WIB
Dibela Dahlan Iskan, Antam Makin Pede Rebut Lahan Tambang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
