Defisit 2009 Bisa Ditekan di Bawah 1,7%
Rabu, 24/09/2008 19:21 WIB
Foto: Depkeu
Jakarta - Pemerintah mengusulkan agar dana optimalisasi penghematan anggaran sebesar Rp 8,7 triliun digunakan untuk membiayai defisit RAPBN 2009. Dengan demikian defisit bisa ditekan di bawah 1,7 persen PDB.
Pada awalnya dana optimalisasi ini akan dialosikan untuk menambah belanja negara.
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan/Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2008).
"Pak Paskah (Menneg PPN/Kepala Bappenas) mempunyai masukan yang menurut saya cukup bagus, yaitu bagaimana agar dana optimalisasi sebesar Rp 8,7 triliun digunakan untuk mengurangi defisit," ujarnya.
Dalam RAPBN 2009, dana yang diperoleh dari hasil optimalisasi penerimaan dan penghematan belanja bersih adalah sebesar Rp 20 triliun yang akan digunakan untuk pengurangan penerbitan SBN (Surat Berharga Negara) sebesar Rp 9 triliun, dan Rp 11 triliun digunakan untuk tambahan belanja dimana di dalamnya ada tambahan belanja rupiah murni sebesar Rp 8,7 triliun, dan besaran ini yang diusulkan untuk dialokasikan untuk pengurangan defisit.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu mengatakan, usulan pemerintah ini sifatnya belum formal. "Nanti secara formal akan dibicarakan di dalam kesepakatan Panja Belanja RAPBN 2009 DPR RI," katanya.
(dnl/ddn)
Pada awalnya dana optimalisasi ini akan dialosikan untuk menambah belanja negara.
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan/Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2008).
"Pak Paskah (Menneg PPN/Kepala Bappenas) mempunyai masukan yang menurut saya cukup bagus, yaitu bagaimana agar dana optimalisasi sebesar Rp 8,7 triliun digunakan untuk mengurangi defisit," ujarnya.
Dalam RAPBN 2009, dana yang diperoleh dari hasil optimalisasi penerimaan dan penghematan belanja bersih adalah sebesar Rp 20 triliun yang akan digunakan untuk pengurangan penerbitan SBN (Surat Berharga Negara) sebesar Rp 9 triliun, dan Rp 11 triliun digunakan untuk tambahan belanja dimana di dalamnya ada tambahan belanja rupiah murni sebesar Rp 8,7 triliun, dan besaran ini yang diusulkan untuk dialokasikan untuk pengurangan defisit.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu mengatakan, usulan pemerintah ini sifatnya belum formal. "Nanti secara formal akan dibicarakan di dalam kesepakatan Panja Belanja RAPBN 2009 DPR RI," katanya.
(dnl/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 16:15 WIB
Tolak Peraturan Jero Wacik, Pekerja Tambang Curhat Soal Perceraian
-
Kamis, 24/05/2012 16:10 WIB
Investor Buru Saham Jelang Penutupan, IHSG Naik Tipis
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:38 WIB
Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 695 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Aturan Jero Wacik Timbulkan Ancaman PHK
-
Kamis, 24/05/2012 14:38 WIB
Rugi Rp 330 Miliar Gara-gara Saham Facebook, Broker Minta Ganti Rugi
-
Kamis, 24/05/2012 15:44 WIB
Ini Isi Surat Lengkap Investor Tol ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 15:58 WIB
Akhirnya, Gas dari Papua Bisa Dinikmati Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
