detikfinance

Aset BI Bersih dari Surat Utang Perusahaan AS

Wahyu Daniel - detikfinance
Jumat, 26/09/2008 13:03 WIB
(Foto: dok detikcom)
Jakarta - Aset-aset pada neraca Bank Indonesia (BI) bersih dari surat-surat berharga Amerika Serikat, sehingga tidak ada risiko yang perlu dikhawatirkan.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Tim Sistem Keuangan Bank Indonesia Mubarakah dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (26/9/2008).

"BI inikan merupakan lembaga non profit oriented, jadi yang jadi pertimbangan kita di dalam meletakkan portofolio adalah security (keamanan)," katanya.

Mubarakah mengatakan dalam menanamkan investasinya pada instrumen surat berharga, BI selalu menanamkannya pada surat berharga yang memiliki rating tinggi.

"Jadi kita selalu menanamkannya pada surat berharga yang rating-nya bagus, seperti AAA. Sebab hal ini juga dipantau, seperti oleh BPK," ujarnya.

Dikatakannya, BI pernah investasi kepada surat berharga di AS namun jumlahnya sedikit. "BI kan selalu pantau pasar, dan kita sudah antisipasi sehingga sekarang tidak ada investasi kita pada surat berharga di AS. Jadi kita aman," ujarnya.

Berdasarkan data terakhir pada akhir 2007, jumlah aset BI dalam bentuk surat berharga adalah sebesar Rp 592,98 triliun, yang tersebar di berbagai negara.

Seperti diketahui jatuhnya perusahaan besar di AS dengan bangkrutnya Lehman Brothers, diambilalihnya Merrill Lynch oleh Bank of America, dinasionalisasinya AIG oleh pemerintah AS telah membuat krisis finansial yang berkepanjangan.

Institusi yang membeli surat utang dari perusahaan-perusahaan itu ikut terkena getahnya. Perbankan Indonesia yang diketahui menanamkan investasi di Lehman adalah BNI, namun jumlahnya tidak terlalu besar.

(dnl/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.