detikfinance

Krisis AS Ikut Pengaruhi Aliran Dana ke Indonesia

Indro Bagus SU - detikfinance
Jumat, 26/09/2008 14:51 WIB
(Foto: Wahyu-detikFinance)
Jakarta - Selain mempengaruhi ekspor, krisis finansial di AS juga akan ikut berdampak pada aliran dana yang keluar masuk ke Indonesia. Bank Indonesia (BI) terus monitor dampak krisis AS.

"Dampaknya belum kelihatan, terutama nanti mungkin kita harus antisipasi, masalah pelemahan dari ekspor kita. Kalau memang dunia lebih melambat penerimaan ekspor kita bisa turun," kata Gubernur BI Boediono di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (26/9/2008).

"Kedua, aliran dana juga akan mempengaruhi kita, keluar-masuk. Itu yang pokok saya kira. Kita siap disini supaya memperkuat rambu-rambu kita di dalam, di luar itu di luar kekuasaan kita," lanjut Boediono.

Boediono sepakat dengan pernyataan Presiden AS George Bush yang mengatakan ekonomi AS dalam bahaya. "Betul, saya kira memang betul sekali. Dampaknya ke seluruh dunia," katanya.

Dia juga menegaskan tidak ada eksposure BI di perusahaan-perusahaan besar AS yang bangkrut seperti Lehman Brothers. "Enggak ada. Saya katakan dulu eksposure kita kepada Lehman minimal sekali, jadi enggak ada," tegasnya.

Sementara dampaknya terhadap perbankan nasional, Boediono mengatakan perbankan nasional akan makin sulit mendapatkan dana dari luar.

"Itu tadi tergantung masalah kepada arus dana, sekarang makin ketat perbankan kita untuk mendpatkan dana dari luar terbatas, karena memang ada gonjang-ganjing," katanya.

Boediono mengaku akan memperkuat rambu-rambu prudensial di dalam negeri sendiri untuk mengantisipasi dampak krisis di AS. "Itu kuncinya," cetusnya.

BI juga meminta perbankan memperhatikan kemampuan dalam memupuk dana dan komitmennya untuk memberikan kredit.

"Gap-nya jangan terlalu besar sehingga mereka nubruk-nubruk. Itu yang bikin sebelumnya ada semacam rebutan dana kan itu. Komitmennya harus diperhatikan jangan berlebihan," jelasnya.

Ditanya berapa idealnya rasio kredit dengan LDR, Boediono menjawab, "Angkanya belum tahu, tapi sekarang cukup tinggi".



(dro/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.