Berita Lain
-
Rabu, 25/04/2012 07:46 WIB
Kartini dan Pentingnya Mengelola Keuangan Keluarga -
Rabu, 25/04/2012 07:13 WIB
Tujuh 'Dosa Besar' dalam Berinvestasi -
Senin, 23/04/2012 07:06 WIB
10 Tips Terbebas dari Utang -
Rabu, 18/04/2012 15:10 WIB
Investasi Berlian Siap Gantikan Emas? -
Selasa, 20/03/2012 08:36 WIB
Ingin Kaya Seperti Milyarder? Ini 10 Rahasianya -
Jumat, 16/03/2012 06:55 WIB
10 Tips Supaya Cepat Kaya
Indeks Berita
Rumor Saham
Private Placement , AISA Menuju Rp 800?
Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dikabarkan akan dikerek ke level Rp 800 dalam waktu dekat. Beredar kabar, perseroan akan genjot modal....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 469.000
-
Rp 2,796.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 22/05/2012 14:44 WIB
Dahlan Iskan Menegaskan Tak Akan Beri Modal ke Merpati
Posted by: kaptenDF
Senin, 29/09/2008 17:58 WIB
Fortis Group Diselamatkan, Reksa Dana Fortis Aman
Nurul Qomariyah - detikFinance
Foto: Reuters
Dengan pemberian modal ini, pemerintah ketiga negara tersebut menjadi pemegang 49 persen saham Fortis Bank di masing-masing negara.
Bagi para pemegang reksa dana Fortis, langkah penyelamatan tersebut menjadi berita baik. Investor di Indonesia juga tidak perlu khawatir akan nasib reksa dananya.
Demikian disampaikan Presiden Direktur PT Fortis Investments Eko P Pratomo dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (29/9/2008).
"Ini adalah berita yang sangat penting untuk klien kami. Berita ini menepis kekhawatiran akan stabilitas grup kami. Berita ini juga sekaligus menegaskan keberadaan Fortis Investments sebagai manajer investasi yang independen serta senantiasa mengutamakan kepentingan nasabah. Fortis Investments akan terus beroperasi dengan otonomi di
bawah Fortis Group," urai Eko.
Ia menambahkan, PT Fortis Investments tetap optimistis pada bisnis pengelolaan dana di Indonesia didukung oleh beberapa faktor kunci:
Pertama, Fortis masih mencatat net subscription (pembelian netto) lebih dari Rp 1,5 triliun sepanjang tahun 2008.
Kedua, Fortis percaya bahwa investor reksa dana saat ini telah jauh lebih dewasa dan memiliki pandangan investasi yang cukup panjang.
"Itu sebabnya, penurunan pasar yang terjadi tidak berdampak signifikan namun justru dimanfaatkan oleh sebagian investor untuk melakukan pembelian. Hal ini yang menyebabkan terjadinya net subscription, yang artinya mereka yang membeli lebih banyak dari yang menjual," kata Eko.
Data ini terlihat dari lebih banyaknya jumlah dana yang masuk daripada dana yang ditarik oleh investor.
"Kami juga melihat penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang terjadi di industri lebih dikarenakan oleh menurunnya harga-harga saham akibat pasar yang terkoreksi dalam beberapa minggu terakhir, bukan karena penarikan dana," jelas Eko.
Ketiga, Indonesia memiliki peraturan yang cukup jelas untuk melindungi dana investasi investor. Reksa dana merupakan entitas yang terpisah dari Manajer Investasi dan Bank Kustodian.
"Reksa dana dibentuk berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif (KIK), sehingga seluruh aset investor adalah sepenuhnya milik investor secara kolektif dan disimpan di bank kustodian yang juga terpisah serta tidak menjadi bagian dari aset bank tersebut," imbuhnya.
Oleh karena itu, tegas Eko, aset dari reksa dana terlindungi dari klaim kreditur, sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang Pasar Modal dan Peraturan Bapepam.
PT Fortis Investments merupakan salah satu manajer investasi terbesar dengan total dana kelolaan sebesar Rp 19,9 triliun hingga akhir Agustus 2008.
Sementara induknya, Fortis Investments merupakan Manajer Investasi global dengan total dana kelolaan sebesar Euro 209 miliar (per 30 Juni 2008) dan beroperasi di 31 negara di seluruh dunia. Fortis Investments memandang Indonesia sebagai salah satu negara penting di Asia yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dalam jangka panjang.
"Pertambahan modal yang baru saja dilakukan oleh Fortis Group akan meningkatkan
kepercayaan para pemangku kepentingan pada Fortis Group secara keseluruhan," pungkas Eko.
(qom/qom)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 12:40 WIB
Kekayaan 5 Konglomerat Ini Raib Gara-gara Saham Anjlok -
Rabu, 23/05/2012 11:42 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Kisah Awal SBY Kepincut Mobil Hybrid -
Rabu, 23/05/2012 12:17 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Sebelum Produksi di RI, Toyota Ingin Impor Banyak Mobil Hybrid -
Rabu, 23/05/2012 12:10 WIB
Sesi I
Yunani Bersiap Hengkang dari Uni Eropa, IHSG Jatuh 55 Poin -
Rabu, 23/05/2012 12:30 WIB
Bank Dunia: BBM Subsidi RI Dikonsumsi Masyarakat Kelas Atas
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 - 08:35
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Rabu, 23/05/2012 - 09:04
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Rabu, 23/05/2012 - 04:16
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Rabu, 23/05/2012 - 12:05
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Recommended Reading







Sending your message
.gif)



