Berita Lain
-
Selasa, 22/05/2012 14:46 WIB
Dalam Setahun, Sengketa Ekonomi Syariah di Meja Hijau Cuma 5 Kasus -
Senin, 21/05/2012 14:43 WIB
Korban Sukhoi Tak Punya Jamsostek, Pelajaran Agar Perusahaan Jujur -
Senin, 21/05/2012 14:38 WIB
Ini Dia Tips Aman Memilih Asuransi Jiwa -
Senin, 21/05/2012 14:15 WIB
192 Juta Masyarakat Indonesia 'Buta' Asuransi -
Minggu, 20/05/2012 18:39 WIB
Hingga Triwulan I, CIMB Niaga Banyak Biayai Debitur Kakap -
Sabtu, 19/05/2012 13:58 WIB
Perusahaan Tak Jujur, Korban Sukhoi Tak Didaftarkan Jamsostek
Indeks Berita
Rumor Saham
Private Placement , AISA Menuju Rp 800?
Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dikabarkan akan dikerek ke level Rp 800 dalam waktu dekat. Beredar kabar, perseroan akan genjot modal....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 469.000
-
Rp 2,796.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 22/05/2012 14:44 WIB
Dahlan Iskan Menegaskan Tak Akan Beri Modal ke Merpati
Posted by: kaptenDF
Senin, 29/09/2008 21:39 WIB
Krisis Finansial Menular ke Eropa
Nurul Qomariyah - detikFinance
Foto: Reuters
Pemerintah Inggris, Jerman, Belgia dan sejumlah negara Eropa lain terpaksa menyuntikkan miliaran dolar untuk lembaga keuangannya. Langkah itu mengikuti langkah penyelamatan senilai US$ 700 miliar yang diumumkan pemerintah AS.
Rencana tersebut kini sedang dibahas oleh DPR AS, dan rencananya anggota kongres akan melakukan votingnya pada Senin (29/9/2008) waktu setempat. Kongres diharapkan bisa menyetujui langkah penyelamatan yang dikonsep untuk menghindarkan AS dari krisis terburuk sejak peristiwa Great Depresion era 1930-an silam.
Langkah penyelamatan terbesar dilakukan oleh trio Belanda, Belgia dan Luxemburg yang menyuntikkan EUR 11,2 miliar atau setara dengan US$ 16,4 miliar untuk Fortis Group. Penyelamatan Fortis dilakukan setelah ada pembicaraan darurat dengan Gubernur Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet.
Di Inggris, pemerintah terpaksa melakukan nasionalisasi sebagian dari aset Bradford & Bingley untuk menghindari kerusakan sistemik. Sebagian aset dari B&B juga dijual kepada bank Spanyol, Santander. Nasionalisasi ini merupakan kelanjutan dari pengambilalihan HBOS dan nasionalisasi Northern Rock pada Februari lalu.
Pemerintah Jerman dan konsorsium bank juga harus menyediakan US$ 51,2 miliar dalam bentuk jaminan kredit kepada Hypo Real Estate.
"Tujuan dari seluruh operasi ini adalah untuk memberi nafas kepada Hypo Real Estate," ujar juru bicara Depkeu Jerman, seperti dikutip dari Reuters, Senin (29/9/2008).
Islandia pun harus melakukan langkah serupa. Pemerintah Islandia akhirnya mengambil alih 75% saham dari bank terbesar ketiganya, Glitnir.
Semua langkah penyelamatan ini belum termasuk miliaran dolar uang yang digelontorkan bank sentral di Eropa untuk mencegah keringnya likuiditas.
Ditengah semua kekisruhan tersebut, bursa-bursa dunia berjatuhan lagi. Bursa-bursa Asia sudah terlebih dulu berguguran. Indeks saham di Hong Kong anjlok 4,3%, Tokyo melorot 1,26%, Sydney turun 2% dan Seoul turun 1,35%.
Setelah itu giliran bursa Eropa yang mengalami penurunan tajam di awal pekan ini. Indeks FTSE turun 3,25%, Paris turun 3,23% dan Frankfurt anjlok 2,55%.
Sementara Wall Street juga dibuka langsung melemah. Indeks Dow Jones dibuka langsung turun 1,49% ke level 10.977,30.
"Bailout oleh pemerintah di Eropa memberikan petunjuk penting bahwa gejolak finansial yang bermula dari AS kini jelas sekali sudah menjadi masalah global," ujar Lee Hardman, analis dari Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ di London seperti dikutip dari AFP.
Saham-saham finansial di Eropa terus berjatuhan. Hypo Real Estate terpangkas hingga 70%, Commerzbank anjlok 18%, Fortis melorot 12%.
"Dalam pandangan kami, sementara rencana bailout akan mengurangai risiko kolaps secara sistemik, masih akan ada risiko penurunan. Paling tidak semua yang berhubungan dengan pelemahan yang berlarut-larut dalam perekonomian global," kata David Woo, analis dari Barclays Capital.
(qom/qom)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 12:40 WIB
Kekayaan 5 Konglomerat Ini Raib Gara-gara Saham Anjlok -
Rabu, 23/05/2012 11:42 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Kisah Awal SBY Kepincut Mobil Hybrid -
Rabu, 23/05/2012 12:17 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Sebelum Produksi di RI, Toyota Ingin Impor Banyak Mobil Hybrid -
Rabu, 23/05/2012 12:10 WIB
Sesi I
Yunani Bersiap Hengkang dari Uni Eropa, IHSG Jatuh 55 Poin -
Rabu, 23/05/2012 12:30 WIB
Bank Dunia: BBM Subsidi RI Dikonsumsi Masyarakat Kelas Atas
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 - 08:35
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Rabu, 23/05/2012 - 09:04
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Rabu, 23/05/2012 - 04:16
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Rabu, 23/05/2012 - 12:05
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Recommended Reading







Sending your message
.gif)



