detikfinance

DPR AS Tolak Bailout

Dadan Kuswaraharja - detikfinance
Selasa, 30/09/2008 07:32 WIB
Nancy Pelosi (Foto: Reuters)
Washington - Kabar buruk bagi bursa dunia, House of Representatives (DPR) Amerika Serikat secara dramatis menolak rancangan undang-undang mengenai upaya penyelamatan industri keuangan AS senilai US$ 700 miliar.

Sebanyak 228 anggota DPR AS menolak bailout melalui mekanisme voting terbuka selama 15 menit ini, sedangkan 205 menyetujui bailout. Penolakan muncul sebagian besar dari Partai Republik, partai Presiden George W Bush sendiri.

Sebelumnya pemerintahan AS George W Bush sangat percaya diri bailoutnya akan disetujui DPR setelah ada kompromi dengan Kongers AS.

"Proses legislasi gagal, krisis masih bersama kita," ujar Nancy Pelosi, juru bicara DPR AS seperti dikutip Reuters, Selasa (30/9/2008).

Kedua partai saling menyalahkan gagalnya bailout ini. Kalangan yang menolak bailout beralasan penyelamatan ini tidak logis, mereka tidak ingin pemerintah melakukan intervensi kepada bank yang telah menyebabkan krisis. Namun Pelosi mengatakan pihaknya akan tetap akan bekerja meloloskan RUU ini.

"Apa yang terjadi sekarang biarlah terjadi, kita harus segera melakukan langkah-langkah ke depan. Kita harus melindungi para pembayar pajak di samping itu kita harus menstabilkan pasar," ujarnya.

Bursa AS Anjlok Hebat

Gagalnya rancangan undang-undang ini mengakibatkan terpukulnya bursa AS. Indeks Dow Jones turun 6,98 persen atau 777 poin. Angka penurunan ini merupakan yang terparah dalam sehari di Dow Jones, diperkirakan lost yang dialami sekitar US$ 1 triliun lebih, sedangkan Nasdaq ambruk 9,14 persen atau 199,61 poin.

(ddn/ddn)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.